Latka merasa warna Latpa lebih cantik. Dia ingin seperti Latpa. Dia terus berpikir apa yang membuat Latpa cantik. Dia mencoba menjemurkan badanya seperti Latpa, tetapi dia kembali mejadi kelabu saat sore hari. Latka memikirkan cara lain. Tiba-tiba, Keraka lewat di dekat Latka. Dia mendapatkan ide untuk meminta Keraka memata-matai Latpa. Tidak lama kemudian, Keraka kembali dan mengatakan pasirla…
Di cuaca yang sangat panas hari itu, Managanti sedang berjalan di sekitar sungai. Musim kemarau memang sudah tiba. Managanti melihat air sungai juga sudah mulai surut. Melihat air surut itu, Managanti mendapatkan ide. Di desanya terdapat sebuah tradisi bernama mhoro ikan, yaitu menangkap ikan sepat disungai ketika musim kemarau. Managanti bergegas mengambil tanggonya. Namun, sesampainya dia di …
Pagi ini, Ayah membawa pulang banyak ikan. Boya segera bergegas ke dapur untuk membantu mengawetkan ikan-ikan itu. Namun, buah karangguli miliknya ternyata habis. Boya mencari ide. Dia teringat oleh temannya Buan. Ibu Buan masih sering mengawetkan ikan menggunakan buah karangguli. Ternyata, Buan juga kehabisan buah karangguli. Akhirnya, Boya memutuskan untuk mengajak Ibu pergi ke pasar. Dia ber…
Desa Wamana Baru akan kedatangan Gubernur. Marinyo sedang mencari penari Sawat Buru cilik. Mendengar kabar itu, Mantulung menjadi anak pertama yang mendaftarkan diri. Lalu, dia juga teringat sahabatnya, Tengan. Dia akan membujuk Tengan untuk ikut mendaftar juga. Tengan segera mengambil tifanya untuk latihan menari. Ternyata, penampang tifanya rusak karena rayap. Mereka berusaha memperbaikinya d…
Malam terlihat indah di Desa Atol. Moan khawatir karena musim Barat akan datang. Sebelum Oktober, semua masyarakat Atol harus mengungsi, karena air laut akan surut sangat jauh. Namun, Keri selalu menolak untuk mengungsi. Moan pun mengadakan rapat dengan seluruh masyarakat Atol. Namun, Keri tetap tetap menolak untuk mengungsi. Moan meminta bantuan kepada Hanoat dan Nev untuk menemui dan membujuk…
Suatu hari, Moy menghilangkan barang pemberian neneknya yaitu Ngoras. Dia mencari ke setiap sudut rumahnya, namun dia tidak menemukannya. Moy juga meminta bantuan kepada Joy. Namun, ngorasnya tetap tidak ditemukan. Dia merasa bersalah karena tidak menjaga Hadiah Ulang Tahun pemberian neneknya. Dia juga harus memakai ngoras itu di Lomba Peragaan Busana. Ketik Ibu mengetahui permasalahan Moy, Ibu…
Hari ini cuaca sangat cerah, Justi dan Joel akan mencari buah bakau ke pantai. Musim ini, buah bakau sangat banyak. Mereka sangat bersemangat. Namun, perahu mereka berlubang. Mereka tidak tahu cara memperbaiki perahunya. Justi pun mengajak Joel untuk bertanya dan meminta bantuan ke Ayah. Kata Ayah, perahu itu bisa diperbaiki menggunakan sabut kelapa. Mereka membawa beberapa sabut kelapa kembali…
Hari itu Nenek Mantehan ingin membuat minyak kayu putih, tetapi Nenek kehabisan daun kayu putihnya. Lalu, Nenek memutuskan untuk pergi mengumpulkan daun minyak kayu putih lagi. Mantehan pun juga ikut membantu sang Nenek. Di ladang Mantehan bertemu dengan Gelan. Mereka terlihat gembira duduk bercerita. Ditengah-tengah cerita mereka, Gelan memperhatikan jari-jari Mantehan yang mulai memerah karen…
Siang itu, Dion bermain fikul dengan Faldy. Namun, mata Dion hanya fokus ke fikul milik Faldy. Fikul miliknya putarannya tidak sebagus milik Faldy. Dion pun mencoba meminjam fikul itu, tetapi Dion tidak mau meminjamkan fikul itu kepada siapa pun. Fikul itu sangat berharga. Namun, Dion tetap memaksa, dia mencoba menawarkan untuk bertukar fikul dengannya. Faldy tetap tidak mau karena fikul itu ad…
Di Hutan Aru, Raja Hutan selalu membuat lomba nyanyi setiap tahun. Lomba nyanyi tahun ini segera dimulai. Elkei sangat antusias mendengar berita itu. Dia ingin menjadi juara pertama tahun ini. Biasanya, Fananlah pemenangnya. Elkei mulai mencari cara supaya dia bisa mengalahkan suara merdu Fanan. Dia menemui Korbai. Dia memintanya untuk mengajarinya bernyanyi. Namun, Korbai sangat sibuk. Korbai …