Text
Fuli: Majalah Berbahasa Daerah Maluku Edisi VIII November 2020
Pada edisi ini, Fuli sebagai majalah terbitan Kantor Bahasa Provinsi Maluku, terus menelusuri dan memublikasi segala jejak tradisi lokal yang masih hidup di tengah-tengah masyarakat Maluku. Penelusuran dan pemublikasian ini bertujuan mendokumentasi, melindungi, dan mengabarkan aneka kebudayaan masyarakat Maluku dengan ciri khasnya masing-masing. Melalui majalah ini, pemahaman antarbudaya akan terus menggeliat, saling memahami, dan saling menghormati konsepsi berpikir dan ekspresi masyarakat yang beragam. Sepuluh naskah dalam majalah ini berlatar bahasa dan budaya masyarakat Maluku. Ricardo Makatita menyuarakan narasi Panas Gandong Rutong-Rumahkay, suatu bentuk relasi kehidupan bersaudara yang sangat mengagumkan. Narasi yang masih sejiwa dinyatakan oleh Beni Ritiauw yang menulis tradisi Mangente Orang Maluku, sebuah praktik hidup untuk merawat toleransi, persaudaraan, dan ikatan sesama manusia. Narasi tentang Pulau Seram dihadirkan oleh Bety C. Rumkoda yang menyampaikan tradisi Tipar Mayan atau tradisi pembuatan minum tradisional dari Pulau Seram. Narasi tentang Pulau Seram juga dihadirkan melalui Cerita dari Nusawele yang dikemukakan oleh Yan Hatulely. Narasi itu tentang masyarakat Pulau Seram yang mendiami kaki Gunung Murkele dan Gunung Binaya.
Tidak tersedia versi lain