Text
Fuli: Majalah kebahasaan daerah Maluku: Merawat Keberagaman Tradisi: Edisi IX November 2021
Bahasa daerah atau biasa juga disebut bahasa etnik, bahasa lokal, atau bahasa ibu, hidup terutama dalam kebudayaan lokal itu sendiri. Bahasa daerah menjadi bahasa pertama yang dipakai untuk merefleksikan hasil berpikir manusia (budaya). Segala ekspresi masyarakat dikonsepsi dan dihadirkan melalui perantara bahasa daerah. Keutamaan fungsi bahasa daerah pun terungkap dalam sepuluh artikel kebudayaan masyarakat Maluku dalam majalah ini. Kebudayaan lokal masyarakat Provinsi Maluku tersebar pada semua wilayah masyarakat. Ia hadir tidak sekadar sebagai ekspresi profan. Kebudayaan itu merupakan hasil berpikir yang dihadirkan menjadi tradisi
(kebiasaan) juga adat yang dipedomani dan dihormati oleh masyarakat pendukungnya. Segala kebudayaan itu perlu dilestarikan dan dimaknai secara bijak sebagai kekayaan budaya masyarakat Indonesia. Pada edisi ini, Fuli sebagai majalah terbitan Kantor Bahasa Provinsi Maluku, terus menelusuri dan memublikasi segala jejak tradisi lokal yang masih hidup di tengah-tengah masyarakat Maluku. Penelusuran dan pemublikasian ini bertujuan mendokumentasi, melindungi, dan mengabarkan aneka kebudayaan masyarakat Maluku dengan ciri khasnya masing-masing. Melalui majalah ini, pemahaman antarbudaya akan terus menggeliat, saling memahami, dan saling menghormati konsepsi berpikir dan ekspresi masyarakat yang beragam.
Tidak tersedia versi lain