PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Batu Berdaun=Batu Badaong=Blattiger Stein
Penanda Bagikan

Text

Batu Berdaun=Batu Badaong=Blattiger Stein

Ida Costansa Tamaela - Nama Orang; Chesly Cherly Gommies - Nama Orang; Tammy Simanjuntak - Nama Orang; Sadam Nukuhehe - Nama Orang;

Pada suatu hari di sebuah desa kecil, tinggal seorang ibu yang biasa dipanggil Mama Lea bersama kedua anak lelakinya yang bernama Ado dan Fito yang nmerupakan anak yatim. Adapun harapan sang ibu untuk kedua anaknya menjadi dewasa dan mendapatkan pekerjaan. Sekarang saatnya musim panen jagung. Dikarenakan tidak enak badan, sang ibu hendak mencari kedua anaknya untuk menggantikannya memanen hasil kebun. Ibu mendapati kedua anaknya sedang bermalasmalasan sambil bermain domino. Karena mengabaikan permintaan tersebut, Mama Lea terluka mendengar perkataan anak-anaknya lalu pergi ke kebun dengan perasaan sedih dan kecewa. Dalam perjalanan melewati hutan, disitu terdapat batu besar yang sangat dikeramatkan warga desa. Konon batu ini dapat mendengarkan setiap keluhan warga desa yang berhati bersih dan tulus. Batu Badaong, orang-orang menyebutnya demikian karena di atasnya terdapat daun-daun yang lebat. Mama Lea bercerita, Wahai batu, aku sudah tidak sanggup lagi. Mereka tidak pernah membantuku. Mereka tidak peduli padaku. Tolonglah ambil diriku. Tolonglah wahai batu!”. Tak lama kemudian cuacapun berubah menajdi sangat buruk. Mama Lea pun beranjak masuk ke dalam batu itu. Malam pun tiba Ado dan Fito pulang ke rumah, dan langsung mrncari makanan, tetapi tidak ada. Mereka juga mencari ibunya, tetapi tidak didapatinya. Satu per satu tetangga mereka tanyai. Kemudian, mereka mendatangi rumah tetua adat desa dan menjelaskan perihal kedatangan mereka. Setelah mendengar hal itu, tetua adat desa lalu berkata, “Ibu kalian pasti pergi ke hutan. Ada batu keramat yang sering dibicarakan orang-orang di hutan itu. Celakalah, nak! Jika ibu kalian masuk ke dalam batu itu, ia tidak akan bisa keluar selama-lamanya.” Kemudian mereka berlari menuju tempat tersebut. Sesampainya di sana, Mereka pun sadar bahwa ibu mereka telah ditelan batu. Sambil menangis, mereka berlutut dan memohon kepada ibunya dan meminta batu badaong untuk menelan mereka. Namun keadaan sudah terjadi, Akhirnya mereka bernyanyi di depan batu


Ketersediaan
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3279
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3280
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3281
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kantor Bahasa Provinsi Maluku : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi., 2022
Deskripsi Fisik
32 hlm., 23,59 x 16,5
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-194-248-7
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Cerita rakyat kalimantan timur
Penerjemahan
Maluku
Bahasa Daerah Fordata
Seran
Seram
Bahasa Jerman
seram Bagian Timur
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 64 Tahun 2008 tanggal 23 Oktober 2008 tentang Pembentukan delapan Kantor Bahasa di delapan provinsi, salah satunya Kantor Bahasa Provinsi Maluku. Kantor Bahasa Maluku telah mengalami satu kali perubahan nomenklatur dari Kantor Bahasa Provinsi Maluku menjadi Kantor Bahasa Maluku. Saat ini, Kantor Bahasa Provinsi Maluku dikepalai oleh Sahril, S.S., M.Pd. menggantikan Dr. Asrif, M.Hum. Sumber Daya Manusia pada Kantor Bahasa Maluku terdiri atas 25 Aparatur Sipil Negara (ASN), dan 6 Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri (PPNPN).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?