Text
Nenek Sirimau/Wahata Sirimau/ جدة سيريماو
Sebuah kapal Belanda bertiang tiga dengan layar putih besar mendekati pesisir pantai Negeri Lima. Di kapal itu, ada seorang lelaki yang bernama Gubernur Van Harlem. Ia tinggal di sebuah benteng bernama Rooterdam. Suatu hari, Gubernur Van Harlem dan anak buahnya berjalan-jalan. Ia melihat seorang gadis yang sangat cantik. Gadis cantik itu berjalan sambil menggendong bakul dari anyaman daun kelapa. Karena kecantikannya membuat Gubernur Van Harlem jatuh hati. kemudian memerintahkan anak buahnya untuk mencari alamat gadis itu. Sebab sudah diketahuinya, beberapa saat kemudian kedatangan Gubernur Van Harlem dan rombongannya membuat kedua orang tua Sirimau terkejut dan ketakutan dengan bermaksud untuk meminang anak gadis itu. Namun orang tua gadis itu memberitahu Gubernur jika dia belum siap untuk menikah. Tetapi dia tidak menghiraukan hal tersebut dan bersikeras untuk menikahinya. Suara Gubernur Van Harlem membuat orang tua Sirimau ketakutan. Tak lama kemudian, Sirimau keluar dari kamarnya. Dia menangis dan memeluk kaki kedua orang tuanya. Hati Sirimau sedih sepanjang hari. Kedua orang tuanya tak tega melihat kondisi anaknya. Akhirnya, mereka membawa Sirimau ke tengah hutan. Goa Gelap dan berlumut di semua dindingnya serta lembab, sirimau disembunyikan. Dua hari pun berlalu, atas perintah Van Harlem, anak buah menjemput Sirimau dan bawa. Tak lama kemudian, mereka kembali. tetapi sirimau melarikan diri darti rumahnya. Hal tersebut membuat geram sang gubernur. Suatu hari Orang tua Sirimau menggunakan kesempatan ini untuk menjumpai anaknya di hutan. Al hasil mereka tidak menemukan sirimau di tempat persembunyiannya, sehingga membuat sedih kedua orang tuanya Hingga kini, hilangnya Sirimau menjadi misteri di Wae Sia Ulu.
Tidak tersedia versi lain