Text
Roroin Peni Tau e!=Sabar, ya, Kawan!
Siang itu, Yoho sangat lapar, tetapi persediaan makanannya sudah habis. Dia teringat buah pisang milik Fuat. Dia bergegas menemui Fuat untuk meminta sedikit buah pisangnya. Namun, ternyata buah pisang milik Fuat belum ranum. Fuat menawarkan pisang mentah miliknya kepada Yoho, tetapi Yoho tidak suka pisang mentah karena banyak getahnya. Dia harus menunggu pisangnya ranum untuk dimakan. Namun, itu akan sangat lama. Fuat memberikan ide kepada Yoho bagaimana untuk membuat pisang-pisang itu ranum lebih cepat. Yoho harus memasukan buah pisang mentah itu kedalam tanah, menutupnya dengan daun pisang yang dibakar. Yoho pun langsung semangat. Dia segera melakukan apa yang dikatakan oleh Fuat. Saat menata daun-daun pisang kering itu diatas galian tanah yang sudah berisi bisang mentah, tiba-tiba Mondi datang. Mondi juga membantu Yoho, dia membakar daun pisang itu. Karena tidak sabar, Yoho ingin segera menggali tanahnya lagi ketika melihat daun pisangnya sudah habis terbakar dan tersisa abunya saja. Namun, Fuat dan Mondi melarangnya. Yoho harus menunggunya selama dua hari lagi. Yoho harus belajar sabar. Dua hari kemudian, Yoho kembali dan menggali tanahnya. Mata Yoho berbinar melihat pisang-pisang yang dikuburnya sekarang sudah ranum.
Tidak tersedia versi lain