Text
I Sa Bisa Mo Tapi Bisa=Tak Ada yang Tak Bisa
Hari itu Nenek Mantehan ingin membuat minyak kayu putih, tetapi Nenek kehabisan daun kayu putihnya. Lalu, Nenek memutuskan untuk pergi mengumpulkan daun minyak kayu putih lagi. Mantehan pun juga ikut membantu sang Nenek. Di ladang Mantehan bertemu dengan Gelan. Mereka terlihat gembira duduk bercerita. Ditengah-tengah cerita mereka, Gelan memperhatikan jari-jari Mantehan yang mulai memerah karena daun kayu putih memang sulit dipetik. Mantehan harus merontokkan daun kayu putih itu dengan menarik pangkal ke ujung rantingnya. Namun, saat mencobanya tangan mantehan malah terluka karena dia tidak menggunakan sarung tangan. Lalu, dia segera mencari sarung tangan di bakulnya. Ternyata, dia lupa membawanya karena terburu-buru. Gelan berkata kalau tidak membawa sarung tangan, Mantehan bisa membalut tangannya dengan kain. Mantehan segera mencari kain untuk melindungi tangannya. Matanya tertuju pada penutup kepala yang digunakan Nenek. Dia pun meminjam kain itu dari Nenek. Akhirnya, dia berhasil membalut tangannya dengan kain dan merontokkan daun kayu putih. Bakul pun segera penuh dengan daun kayu putih. Nenek dan Mantehan bergegas pulang dan menyuling minyak kayu putih.
Tidak tersedia versi lain