Text
Sama Mo Po Le Samo=Tak Apa Jika Tak Sama
Musim durian telah tiba. Hari ini jalan di depan mal macet. Ada banyak truk kecil yang membawa durian-durian, penjual-penjual durian, dan orang-orang yang sedang menikmati durian. Buken sangat suka dengan durian. Dia meminta mamanya untuk membeli buah durian itu. Namun, ketika Buken memakannya, rasa buah duriannya tawar dan daging buah duriannya berair. Lalu, Buken mengajak mama ke Pantai Losari. Namun, setelah mencoba durian yang di jual di Pantai Losari, rasanya tetap sama saja. Hari itu, Buken pulang dengan kecewa. Sesampainya di rumah, dia bertemu dengan temannya, Nyongke. Nyongke bercerita tentang Festival Durian yang biasa diadakan di bulan Juni. Di Festival ini, pengunjung dapat memakan durian sepuasnya dengan harga yang sangat murah. Keesokan harinya, Buken dan keluarganya berangkat ke Festival Durian. Ketika mereka sampai di sana, jalanan desanya sangat sepi, seperti tidak ada Festival hari itu. Ternyata tahun ini tidak ada Festival karena pohon durian tidak banyak buah. Buken kembali kecewa. Saat di jalan pulang, tiba-tiba mereka menemukan penjual durian dipinggir jalan. Awalnya, Buken menolak mencoba durian itu, tetapi Adiknya Buken memaksanya. Ternyata, buah durian itu rasanya enak walaupun bukan durian dari gunung, seperti buah durian favoritnya.
Tidak tersedia versi lain