Text
Menelai, inam Epir=Asam, tetapi Mengawetkan
Pagi ini, Ayah membawa pulang banyak ikan. Boya segera bergegas ke dapur untuk membantu mengawetkan ikan-ikan itu. Namun, buah karangguli miliknya ternyata habis. Boya mencari ide. Dia teringat oleh temannya Buan. Ibu Buan masih sering mengawetkan ikan menggunakan buah karangguli. Ternyata, Buan juga kehabisan buah karangguli. Akhirnya, Boya memutuskan untuk mengajak Ibu pergi ke pasar. Dia berpikir pasti banyak yang menjualnya disana, tetapi mereka juga tidak menemukan buah karangguli di pasar. Boya pulang dengan kecewa. Kata Ibu, sekarang orang-orang lebih memilih cuka untuk mengawetkan. Jadi, penjual sudah jarang menjual buah karangguli di pasar. Tiba-tiba, Boya teringat dia belum mencari buah karangguli di hutan. Boya pun mengajak Ibu pergi ke hutan untuk mengambil buah karangguli. Untungnya, di hutan masih banyak pohon karangguli. Setelah bakulnya penuh, Boya dan Ibu pun kembali ke rumah untuk segera mengawetkan ikan-ikan hasil tangkapan Ayah.
Tidak tersedia versi lain