PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Bau dan Uman=Bangau dan Kelomang
Penanda Bagikan

Text

Bau dan Uman=Bangau dan Kelomang

Haris Effendy - Nama Orang; Kumbangsila, Evi Olivia - Nama Orang; Dudung Abdulah - Nama Orang; La Ode Hajratul Rahman - Nama Orang; Michel Frans - Nama Orang;

Pada zaman dahulu kala, tepatnya di Desa Airnanang, ujung timur Pulau Seram. Hiduplah seekor Bangau dan seekor Kelomang. Bau pun tertawa terbahak-bahak dengan nada megejek karena jalannya lambat. Oleh karena merasa direndahkan, Uman menantang Bau berlomba menjelajah dari desa Airnanang ke Desa Kilga. Siapa yang sampai duluan dialah pemenangnya. Uman sangat menyadari situasi yang dihadapinya yang tentu saja dia akan kalah jika berlomba adu cepat dengan Bau. Tiba-tiba, kelomang menemukan ide. Karena punya banyak teman, dia kumpulkan semua temannya, lalu saya tanyakan ide mereka semua. Malam pun tiba. Uman mengumpulkan perwakilan kelomang dari desa Airnanang sampai desa Kilga. Sontak seekor kelomang yang paling kecil berdiri dan menyampaikan idenya. Bagaimana kalau kita semua sepakat jika pada lomba nanti, ketika si Bau tiba di tempat kita dan menanyakan apakah Uman sudah tiba di tempat kita, semua harus menjawab kalau Uman sudah tiba duluan dan sudah berjalan menuju desa sebelah. Si Uman setuju mendengar ide itu. Keesokan harinya, tibalah pada hari perlombaan. Bau dan Uman bersiap untuk mulai menjelajah. Hitungan ketiga, tanda dimulai perlombaan. Sekuat tenaga si Bau mulai terbang menuju desa sebelah untuk mengecek apakah Uman sudah tiba di sana. Tibalah di desa pertama, Bau hinggap di atas ranting Pohon Pala lalu bertanya kepada teman-teman Uman. Apakah Uman sudah tiba di sini?” tanya si bau. Mereka langsung menjalankan rencananya, Uman sudah duluan di sini dan sekarang menuju desa sebelah. Sampai dibeberapa desa selanjutnya,rencana tetap berjalan dengan lancer. Si Bau kaget dan dibuat heran. Tak mau ketinggalan, Bau sekuat tenaga mengepakkan kedua sayapnya supaya lebih cepat sampai di desa sebelah. Bau lelah terus terbang dari desa ke desa untuk mengikuti si Uman dan terus bertanya, tetapi jawaban yang d terimanya tetap sama seperti di desa-desa sebelumnya. Hingga tibalah di desa terakhir yaitu desa Kilga. Hinggaplah Bau di atas batu besar sambil bertanya kepada para kelomang yang duduk di bawah akar pohon, denagn jawaban yang sama, Uman sudah lebih awal sampai. Oleh karena merasa kalau dirinya kalah, Bau pun memutuskan untuk beristirahat sejenak di atas sebuah batu. Dia lelah dan kehabisan tenaga karena terbang menempuh perjalanan yang jauh. Akhirnya, si Bau pun mati di atas batu besar itu. Sehingga yang menjadi pemenangnya ialah Si Uman. Sampai saat ini, masyarakat lokal menamai batu itu Watu Bau (Batu Bangau).


Ketersediaan
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3844
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3845
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3846
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3847
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3848
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kantor Bahasa Provinsi Maluku : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi., 2023
Deskripsi Fisik
28 hlm.: 21 x 29,7 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-112-085-4
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan Pertama, 2013
Subjek
Cerita rakyat kalimantan timur
Dwibahasa Kulawi Sulawesi Tengah
Maluku
Bahasa Daerah Fordata
Cerita Anak Maluku
Kur
Tual
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 64 Tahun 2008 tanggal 23 Oktober 2008 tentang Pembentukan delapan Kantor Bahasa di delapan provinsi, salah satunya Kantor Bahasa Provinsi Maluku. Kantor Bahasa Maluku telah mengalami satu kali perubahan nomenklatur dari Kantor Bahasa Provinsi Maluku menjadi Kantor Bahasa Maluku. Saat ini, Kantor Bahasa Provinsi Maluku dikepalai oleh Sahril, S.S., M.Pd. menggantikan Dr. Asrif, M.Hum. Sumber Daya Manusia pada Kantor Bahasa Maluku terdiri atas 25 Aparatur Sipil Negara (ASN), dan 6 Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri (PPNPN).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?