Text
Pipia tula Manu=Domba dan Ayam
Satu ketika, Domba dan Ayam sedang bermain kejar – kejaran. Tidak sengaja Domba melompat untuk menjangkau Ayam. Hasilnya, Domba itu tersandung akibat tidak melihat ada kolam yang tertutup ranting dan dedaunan. Ayam pun berniat pergi mencari pertolongan untuk temannya yang sedang kesusahan itu. Sementara itu, Domba pun berjuang untuk tetap berdiri, agar dapat berjalan kembali ke rumah dan membersihkan lukanya sehingga tidak infeksi. Setelah berjuang mencari bala bantuan untuk Domba, Ayam pun kembali menghampiri Domba dengan maksud untuk menolong. Keesokan harinya, Ayam segera mencari Domba di seberang hutan yang mereka tempati. Angin berhembus, rayuan pohon terus bergoyang, ayam bergegas naik perahu itu dan berdayun ke hutan seberang. Selama diperjalanan dia mengingat pemburu yang pernah menggangu mereka pada masa lau. Sembari tidur di atas kapal, Ayam pun bermimpi telah menemukan temannya Domba yang sedang ia cari. Mereka bertemu di seberang hutan bernama hutan Pombo. Pada saat itu angin kencang datang menggoyangkan perahu Ayam hingga terhempas ke hutan Pombo. Waktu terus berlalu, Ayam mulai pesimis untuk kembali bertemu dengan temannya. Belum selesai berpikir, hujan pun turun dengan sangat lebat. Oleh karena terlalu dingin, Ayam pun pingsan akibat kelelahan. Setelah terbangun dari pingsannya, Ayam telah berada di gubuk tua milik Gajah yang telah menyelamatkannya. Setelah beberapa hari istirahat di rumah Gajah, Ayam pun berpamitan balik untuk melanjutkan pencarian temannya di Hutan Wainuru, tempat mereka berdua tinggal. Ayam pun berlayar kembali ke Hutan Wainuru untuk mencari temannya. Ayam turun dari perahunya langsung menuju ke rumahnya Domba, dan menggedor – gedor rumahnya Domba. Oleh karena tidak ada jawaban, Ayam pun pulang. Tiba-tiba suara pintu mulai terdengar dengan nyaring dan terbuka. Ayam balik badannya dan terkejut melihat temannya sehat, walaupun kehilangan satu kakinya akibat jatuh ke kolam waktu itu. Ayam merasa bahagia melihatnya. Mereka berdua pun mulai duduk bercerita hingga Domba menceritakan kakinya yang ternayat infeksi telah di potong waktu itu. Begitu lama pertemuan ini diidamkan. Ayam memutuskan untuk tinggal beberapa hari di rumahnya Domba untuk merawatnya. Kini Ayam harus menebus kesalahannya karena telah meninggalkan Domba waktu ia terjatuh di kolam, walaupun sebetulnya Ayam sangat merasakan kehilangan mendalam dari sosok temannya Domba. Pagi telah datang, Ayam bangun dan membuat teh untuk Domba dan dirinya sendiri. Kebahagian mereka berdua tak begitu lama. Hentakan kaki besar mulai terdengar berlarian ke dalam hutan wainuru Hewan-hewan lain terbangun. Belum selesai berbincang, terdengar suara senapan dan teriakan minta tolong. Namun, mereka terkejut dengan pemandangan yang dilihat adalah pemburu. Ayam menarik Domba untuk mencari tempat perlindungan yang aman. Domba dan Ayam yang tidak bisa berbuat apa-apa di tangkap oleh pemburu dengan beberapa hewan lainnya, kemudian diikat, dan dipukul untuk kembali ke gubuk. Tetapi setelahnya ayam berhasil melepaskan ikatannya. Sambil melepaskan ikatan teman-temannya, mereka kaget dengar suara senapan yang berasal dari dalam gubuk itu. Ternyata, pemburu itu tidak sengaja menembak dirinya sendiri hingga membuatnya pingan oleh obat bius pada senapannya. Akhirnya mereka selamat.
Tidak tersedia versi lain