PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Pipia tula Manu=Domba dan Ayam
Penanda Bagikan

Text

Pipia tula Manu=Domba dan Ayam

Irfan Lestusen - Nama Orang; Kumbangsila, Evi Olivia - Nama Orang; Dudung Abdulah - Nama Orang; La Ode Hajratul Rahman - Nama Orang; Merlando C Wattimena, ST. - Nama Orang;

Satu ketika, Domba dan Ayam sedang bermain kejar – kejaran. Tidak sengaja Domba melompat untuk menjangkau Ayam. Hasilnya, Domba itu tersandung akibat tidak melihat ada kolam yang tertutup ranting dan dedaunan. Ayam pun berniat pergi mencari pertolongan untuk temannya yang sedang kesusahan itu. Sementara itu, Domba pun berjuang untuk tetap berdiri, agar dapat berjalan kembali ke rumah dan membersihkan lukanya sehingga tidak infeksi. Setelah berjuang mencari bala bantuan untuk Domba, Ayam pun kembali menghampiri Domba dengan maksud untuk menolong. Keesokan harinya, Ayam segera mencari Domba di seberang hutan yang mereka tempati. Angin berhembus, rayuan pohon terus bergoyang, ayam bergegas naik perahu itu dan berdayun ke hutan seberang. Selama diperjalanan dia mengingat pemburu yang pernah menggangu mereka pada masa lau. Sembari tidur di atas kapal, Ayam pun bermimpi telah menemukan temannya Domba yang sedang ia cari. Mereka bertemu di seberang hutan bernama hutan Pombo. Pada saat itu angin kencang datang menggoyangkan perahu Ayam hingga terhempas ke hutan Pombo. Waktu terus berlalu, Ayam mulai pesimis untuk kembali bertemu dengan temannya. Belum selesai berpikir, hujan pun turun dengan sangat lebat. Oleh karena terlalu dingin, Ayam pun pingsan akibat kelelahan. Setelah terbangun dari pingsannya, Ayam telah berada di gubuk tua milik Gajah yang telah menyelamatkannya. Setelah beberapa hari istirahat di rumah Gajah, Ayam pun berpamitan balik untuk melanjutkan pencarian temannya di Hutan Wainuru, tempat mereka berdua tinggal. Ayam pun berlayar kembali ke Hutan Wainuru untuk mencari temannya. Ayam turun dari perahunya langsung menuju ke rumahnya Domba, dan menggedor – gedor rumahnya Domba. Oleh karena tidak ada jawaban, Ayam pun pulang. Tiba-tiba suara pintu mulai terdengar dengan nyaring dan terbuka. Ayam balik badannya dan terkejut melihat temannya sehat, walaupun kehilangan satu kakinya akibat jatuh ke kolam waktu itu. Ayam merasa bahagia melihatnya. Mereka berdua pun mulai duduk bercerita hingga Domba menceritakan kakinya yang ternayat infeksi telah di potong waktu itu. Begitu lama pertemuan ini diidamkan. Ayam memutuskan untuk tinggal beberapa hari di rumahnya Domba untuk merawatnya. Kini Ayam harus menebus kesalahannya karena telah meninggalkan Domba waktu ia terjatuh di kolam, walaupun sebetulnya Ayam sangat merasakan kehilangan mendalam dari sosok temannya Domba. Pagi telah datang, Ayam bangun dan membuat teh untuk Domba dan dirinya sendiri. Kebahagian mereka berdua tak begitu lama. Hentakan kaki besar mulai terdengar berlarian ke dalam hutan wainuru Hewan-hewan lain terbangun. Belum selesai berbincang, terdengar suara senapan dan teriakan minta tolong. Namun, mereka terkejut dengan pemandangan yang dilihat adalah pemburu. Ayam menarik Domba untuk mencari tempat perlindungan yang aman. Domba dan Ayam yang tidak bisa berbuat apa-apa di tangkap oleh pemburu dengan beberapa hewan lainnya, kemudian diikat, dan dipukul untuk kembali ke gubuk. Tetapi setelahnya ayam berhasil melepaskan ikatannya. Sambil melepaskan ikatan teman-temannya, mereka kaget dengar suara senapan yang berasal dari dalam gubuk itu. Ternyata, pemburu itu tidak sengaja menembak dirinya sendiri hingga membuatnya pingan oleh obat bius pada senapannya. Akhirnya mereka selamat.


Ketersediaan
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3859
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3860
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3861
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3862
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3863
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kantor Bahasa Provinsi Maluku : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi., 2023
Deskripsi Fisik
29 hlm.: 21 x 29,7 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-112-087-8
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan pertama, 2023
Subjek
Dwibahasa Kulawi Sulawesi Tengah
Penerjemahan
Maluku
Bahasa Daerah Fordata
Cerita Anak Maluku
Jazirah
Liang
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 64 Tahun 2008 tanggal 23 Oktober 2008 tentang Pembentukan delapan Kantor Bahasa di delapan provinsi, salah satunya Kantor Bahasa Provinsi Maluku. Kantor Bahasa Maluku telah mengalami satu kali perubahan nomenklatur dari Kantor Bahasa Provinsi Maluku menjadi Kantor Bahasa Maluku. Saat ini, Kantor Bahasa Provinsi Maluku dikepalai oleh Sahril, S.S., M.Pd. menggantikan Dr. Asrif, M.Hum. Sumber Daya Manusia pada Kantor Bahasa Maluku terdiri atas 25 Aparatur Sipil Negara (ASN), dan 6 Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri (PPNPN).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?