Text
Tolat Di Ngama Ba Loa Dhi=Gerobak Kecil Buatan Bapak
Dia adalah Man Amol. Seorang anak kecil yang berasal dari sebuah desa di pedalaman Pulau Buru. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya, Amol adalah seorang anak yang rajin seperti saat ini. Bapaknya yang bernama Maroi berusia 40 tahun. Tubuhnya yang tinggi besar terlihat sangat gagah, selalu mengenakan ifutin, ikat kepala khas Buru, yang berwarna coklat kemerahan di kepalanya. Ibunya bernama Jinda, seorang ibu yang penyayang. Pekerjaan kedua orang tuanya adalah memetik daun kayu putih yang akan diolah menjadi minyak kayu putih. Minyak kayu putih merupakan oleh-oleh khas dari pulau Buru. Amol setiap harinya selalu membantu kedua orang tuanya untuk memetik daun kayu putih. Pohon kayu putih banyak tumbuh subur di perbukitan di belakang rumahnya. Suatu hari Amol berjalan ke ketel. Ia mengambil keranjang dan menggendong di belakang punggungnya, akan ia gunakan untuk membawa daun kayu putih yang sudah dipetik. Setelah beberapa saat kemudian, wadah milik Amol mulai penuh dengan daun kayu putih tetapi Ia cukup kesulitan ketika membawa wadah tersebut. Sang bapak yang melihatnya pun merasa kasihan. Bapak pun kemudian berjalan ke ketel dan mengambil beberapa peralatan seperti gergaji, palu, paku, beberapa potong papan, dan juga kayu balok dari belakang ketel untuk membuatkannya alat untuk memringankan pekerjaanya. Saat bapak akan mulai memaku untuk menyatukan bagian-bagian potongan papan dan juga balok, tiba-tiba Amol bertanya, “Ngama, apakah Amol boleh membantu memaku papannya?” Bapak kemudian memperbolehkannya, Amol langsung mengambil palu yang diberikan oleh sang bapak. Satu per satu-satu potongan papan mulai menjadi bentuk sebuah gerobak. Selama Amol tidur karena lelah bekerja, bapak kembali melanjutkan membuat gerobak kecil untuk Amol. Setelah beberapa saat, akhirnya bagian badan gerobak pun jadi. Bapak membangunkan Amol, “lihat gerobak nya sudah jadi” Amol yang mendengarnya langsung bangun dan terperanjat, sambil kegirangan. Setelahnya, Amol pun melanjutkan memetik daun kayu putih dengan menggunakan gerobak. Daunnya ia masukan ke dalam gerobak kecil miliknya. Saat gerobak miliknya sudah penuh, ia pun berjalan kembali ke ketel yang berukuran 5x5 meter itu. Bapak yang sudah kembali ke ketel terlebih dahulu, sedang memasukkan daun kayu putih ke dalam tabung. Bapak akan mulai mengolah daun kayu putih.
Tidak tersedia versi lain