PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Tolat Di Ngama Ba Loa Dhi=Gerobak Kecil Buatan Bapak
Penanda Bagikan

Text

Tolat Di Ngama Ba Loa Dhi=Gerobak Kecil Buatan Bapak

Fadilah Istianah - Nama Orang; Kumbangsila, Evi Olivia - Nama Orang; Jena Besan, S.Pd. - Nama Orang; Dudung Abdulah - Nama Orang; Chimberly Silooy - Nama Orang; La Ode Hajratul Rahman - Nama Orang; Lodewyk Hahury - Nama Orang;

Dia adalah Man Amol. Seorang anak kecil yang berasal dari sebuah desa di pedalaman Pulau Buru. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya, Amol adalah seorang anak yang rajin seperti saat ini. Bapaknya yang bernama Maroi berusia 40 tahun.  Tubuhnya yang tinggi besar terlihat sangat gagah, selalu mengenakan ifutin, ikat kepala khas Buru, yang berwarna coklat kemerahan di kepalanya. Ibunya bernama Jinda, seorang ibu yang penyayang. Pekerjaan kedua orang tuanya adalah memetik daun kayu putih yang akan diolah menjadi minyak kayu putih. Minyak kayu putih merupakan oleh-oleh khas dari pulau Buru. Amol setiap harinya selalu membantu kedua orang tuanya untuk memetik daun kayu putih. Pohon kayu putih banyak tumbuh subur di perbukitan di belakang rumahnya. Suatu hari Amol berjalan ke ketel. Ia mengambil keranjang dan menggendong di belakang punggungnya, akan ia gunakan untuk membawa daun kayu putih yang sudah dipetik. Setelah beberapa saat kemudian, wadah milik Amol mulai penuh dengan daun kayu putih tetapi Ia cukup kesulitan ketika membawa wadah tersebut. Sang bapak yang melihatnya pun merasa kasihan. Bapak pun kemudian berjalan ke ketel dan mengambil beberapa peralatan seperti gergaji, palu, paku, beberapa potong papan, dan juga kayu balok dari belakang ketel untuk membuatkannya alat untuk memringankan pekerjaanya. Saat bapak akan mulai memaku untuk menyatukan bagian-bagian potongan papan dan juga balok, tiba-tiba Amol bertanya, “Ngama, apakah Amol boleh membantu memaku papannya?” Bapak kemudian memperbolehkannya, Amol langsung mengambil palu yang diberikan oleh sang bapak. Satu per satu-satu potongan papan mulai menjadi bentuk sebuah gerobak. Selama Amol tidur karena lelah bekerja, bapak kembali melanjutkan membuat gerobak kecil untuk Amol. Setelah beberapa saat, akhirnya bagian badan gerobak pun jadi. Bapak membangunkan Amol, “lihat gerobak nya sudah jadi” Amol yang mendengarnya langsung bangun dan terperanjat, sambil kegirangan. Setelahnya, Amol pun melanjutkan memetik daun kayu putih dengan menggunakan gerobak. Daunnya ia masukan ke dalam gerobak kecil miliknya. Saat gerobak miliknya sudah penuh, ia pun berjalan kembali ke ketel yang berukuran 5x5 meter itu. Bapak yang sudah kembali ke ketel terlebih dahulu, sedang memasukkan daun kayu putih ke dalam tabung. Bapak akan mulai mengolah daun kayu putih.


Ketersediaan
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3864
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3865
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3866
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3867
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3868
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kantor Bahasa Provinsi Maluku : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi., 2023
Deskripsi Fisik
28 hlm.: 21 x 29,7 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-634-00-0693-3
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan pertama, 2023
Subjek
Dwibahasa Kulawi Sulawesi Tengah
Penerjemahan
Maluku
Bahasa Daerah Fordata
Buru
Cerita Anak Maluku
Namlea
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 64 Tahun 2008 tanggal 23 Oktober 2008 tentang Pembentukan delapan Kantor Bahasa di delapan provinsi, salah satunya Kantor Bahasa Provinsi Maluku. Kantor Bahasa Maluku telah mengalami satu kali perubahan nomenklatur dari Kantor Bahasa Provinsi Maluku menjadi Kantor Bahasa Maluku. Saat ini, Kantor Bahasa Provinsi Maluku dikepalai oleh Sahril, S.S., M.Pd. menggantikan Dr. Asrif, M.Hum. Sumber Daya Manusia pada Kantor Bahasa Maluku terdiri atas 25 Aparatur Sipil Negara (ASN), dan 6 Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri (PPNPN).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?