Text
Maluku Laeng dar yang Laeng=Maluku Unik
Melisa dan Syifa adalah saudara senenek dari ibu mereka. Hari ini Syifa dan kedua orang tuanya dating berkunjung ke Maluku. Tepatnya saat ini di Hila desa tempat tinggal Melisa sedang berlangsung kegiatan Hari kemerdekaan yang diadakan tiap 17 agustus. Selama perinagatan hari kemerdekaan pasti diadakannya beberap perlombaan yang rutin diselenggarakan.
Yang ditunggu-tunggupun datang. Syifa pun datang. Syifa dan orang tuanya berasal dari Gorontalo. Ibunya asli Maluku, karena suatu kerjaan dari suaminya, mengharuskan mereka untuk tinggal di sana. Setalah sampai di rumah Melisa, hidangan papeda dan ikan kuah kuning siap disantap. Esoknya kegaiatan agustusan dimulai. Banyak sekali perlomban di kampong mereka. Melisa dan Syifa tidak melewatkan acara itu. Beberapa cabang lomba mereka ikuti. Mereka juga ikut menyaksikan atraksi Bambu Gila. Bambu Gila mereuakan salah satu atraksi adat khas dari Maluku. Setelah mereka berdua menyaksikan semua kegiatan, Melisa dan Syifa bersama-sama dengan masyarakat setempat menuju balai desa. Di sana juaga ada tradisi Makan Patita yang tujuan untuk mempererat rasa kebersamaan, persaudaraan, dan kekeluargaa. Sejak saat itulah Syifa sangat kagum dengan Maluku. Keberagaman, toleransi, persaudaraan yang begitu mendamaikan.
Tidak tersedia versi lain