Text
Mani Hena Auna Ajaib=Mimpi Negeri Kerang Ajaib
Di Negeri Ene tinggallah seorang gadis cantik bernama Heurisa yang biasa dipanggil Risa. Ia tinggal bersama nenek dan kakeknya yang penyayang. Dulu kala di negeri kita terdapat kerang ajaib yang bisa berbicara. Saat negeri ini dilanda kekeringan petuah adat melakukan ritual untuk meminta air kepada Tuhan. Ajaibnya muncul sebuah kerang yang bisa berbicara dan mengatakan bahwa tanah yang dipijaknya dapat mengeluarkan air. Tidak ada yang percaya dan mengatakan kerang tersebut mempunyai ilmu hitam yang akan menghancurkan negeri. Kekeringan betul-betul terjadi di seluruh penjuru negeri. Seorang pria pun menghancurkan kerang tersebut menggunakan batu. Air pun memancar keluar bahkan menenggelamkan negeri. Batu yang digunakan untuk menghancurkan kerang tersebut menjadi pulau yang kita tempati sekarang, Negeri Ene. Itu hanya sebuah mitos. Keesokan paginya, datanglah Jeflaun salah satu teman Heurisa, datang mengajak Heurisa untuk pergi bermain bersama untuk bermain congklak. Mereka membagi tugas. Tibalah mereka berdua di dekat batu besar yang ternyata adalah sebuah goa. Kemudian terdengarlah suara, yang ternyata itu adalah kerang yang bisa berbicara menurut legenda. Kerang berterima kasih kepada mereka berdua karena sudah membantu menggeser batu karang yang menindihku. Sebagai gantinya, aku akan memberikan kulit kerang sebanyak yang kalian butuhkan. Sebelum itu, kalian harus membawa aku ke batu yang jauh lebih tinggi dari tempatku sekarang ini, agar manusia tidak menemukan aku dan satu lagi jangan beritahu mereka bahwa kalian bertemu denganku. Mereka pun membawa Kerang Ajaib itu sesuai permintaanya dan mengucapkan selamat tinggal kepada Kerang Ajaib tersebut. Mereka mengikuti arahan Kerang Ajaib. Tanpa sadar, mereka berdua sudah kembali ke tempat pertama mereka menemukan goa itu dengan kulit kerang yang terhampar dimana-mana. Oleh karena sudah mendapatkan kulit kerang yang dicari sedari tadi, mereka pun kembali untuk menemui Jeflaun dan Irapanusa. Selama perjalanan pulang, Heurisa dan Abarua mendengar suara yang memanggil-manggil nama mereka. Akhirnya, mereka bertemu kakek dan nenek dari Heurisa, orangtua Abarua, dan teman-teman mereka. Mereka pulang bersama-sama dan tidak melanjutkan mainnya karena waktu sudah mulai gelap. Tiba-tiba Heurisa dikagetkan dengan suara neneknya yang membangunkan dirinya dari tidur dan samar-samar terdengar suara Jeflaun dari luar rumahnya. Setelah sadar, ternyata kejadian itu hanya mimpi.
Tidak tersedia versi lain