PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Monang tura Talia Badeian=Monang dan Tali Ajaib
Penanda Bagikan

Text

Monang tura Talia Badeian=Monang dan Tali Ajaib

Ilham Syaputra Hintjah - Nama Orang; Kumbangsila, Evi Olivia - Nama Orang; Dudung Abdulah - Nama Orang; La Ode Hajratul Rahman - Nama Orang; Lodewyk Hahury - Nama Orang;

Ada tiga orang anak yang bernama, Monang, Irfan, dan farit. Mereka bertiga, jika melakukan sesuatu itu selalu bersama-sama. Suatu hari, mereka di perintahkan oleh Pak Mahmud untuk mencari daun kelapa yang mudah untuk dijadikan penghias dinding tenda. Pagi sekitar pukul 8.00, Monang sudah bersiap-siap untuk memanaskan mesin di perahunya sambil menunggu Irfan dan Farit yang sedang sarapan. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya si Irfan dan Farid datang. Mereka pun berangkat ke pulau Akat. Selama perjalanan, Irfan berencana untuk memanjat pohon kelapa yang ada didalam pulau itu. Sesampainya di pulau itu, Monang, Farit, dan Irfan mendapati seorang kakek tua yang sedang menarik jaring. Ketika melihat itu, si Monang pun langsung mendekati kakek tua itu. Merekapun bertanya kepada kakek, apakah boleh kami masuk ke pulau ini untuk memanjat pohon kelapa, dan mereka mendapatkan ijin tersebut, dan langsung permisi masuk. Mereka melakukan perjalanan masuk kedalam hutan yang jarak pohon kelapanya agak jauh dari pantai sehingga membuat mereka harus masuk lebih jauh lagi ke dalam pulau itu. Akhirnya ditemukanlah lima pohon kelapa yang sangat bagus. Mereka memutuskan bahwa Monang yang naik kelapa dan yang kumpul kelapa ialah Irfan. Inti terpenting dari perjalanan ini ialah mengambil daun kelapa yang mudah untuk dijadikan penghias dinding sabua, tempat resepsi pernikahan anak Pak Mahmud. Si Irfan dan Farid mengumpulkan daun kelapa, mereka berdua langsung membawanya ke pantai sambil berjalan pelan-pelan menuggu Monang turun dari pohon kelapa dan ternyata tempat itu seperti labirin. Monang mencoba memanggil kedua temannya dengan nada cemas karena tidak ada yang menanggapi pangilannya. Monang segera turun dari pohon kelapa. Perasaan panik menghantui si monang. Ia berlari mengikuti jejak jalan temannya, tetapi sama sekali tidak menemui mereka. Monang bahkan tidak sadar kalau jalan yang dilalui ialah jalan yang sama. Ini adalah tempat Unik-unik. Unik-unik adalah salah satu penghuni pulau ini yang selalu memutar penglihatan manusia sehingga tempat yang mereka tujui itu akan terlihat sama berulang kali. Akhirnya monang pun mengingat pesan dari orang tuanya bahwa apabila kamu tersesat di tengah hutan bacalah Al-fatihah dan belahlah tali hutan dan masuklah ke dalam tali tersebut. Alhasil, Monang berhasil keluar dari perangkap Unik-unik. Dia berlari menuju temannya dengan napas terengah-engah. Sesampainya di pantai, Monang memberitahukan teman-temannya untuk segera kembali ke kampung karena waktu sudah mulai sore. Monang dan teman-temannya pun keluar dari penghuni pulau itu dan akhirnya mereka kembali dengan selamat. Sampai akhir dari cerita si Monang, mereka pun sampai di kampung. Ketika bertemu dengan Pak Muhamad, mereka menceritakan semua kejadian yang mereka alami. Beliau akhirnya memberikan mereka obat untuk menghilangkan pegal-pegal dan uang hasil kerja keras mereka.


Ketersediaan
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3925
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3926
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3927
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3928
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3929
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kantor Bahasa Provinsi Maluku : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi., 2023
Deskripsi Fisik
24 hlm.: 21 x 29,7 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-112-232-2
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan pertama, 2023
Subjek
Dwibahasa Kulawi Sulawesi Tengah
Penerjemahan
Maluku
Bahasa Daerah Fordata
Seran
Seram
Cerita Anak Maluku
seram Bagian Timur
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 64 Tahun 2008 tanggal 23 Oktober 2008 tentang Pembentukan delapan Kantor Bahasa di delapan provinsi, salah satunya Kantor Bahasa Provinsi Maluku. Kantor Bahasa Maluku telah mengalami satu kali perubahan nomenklatur dari Kantor Bahasa Provinsi Maluku menjadi Kantor Bahasa Maluku. Saat ini, Kantor Bahasa Provinsi Maluku dikepalai oleh Sahril, S.S., M.Pd. menggantikan Dr. Asrif, M.Hum. Sumber Daya Manusia pada Kantor Bahasa Maluku terdiri atas 25 Aparatur Sipil Negara (ASN), dan 6 Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri (PPNPN).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?