Text
Monang tura Talia Badeian=Monang dan Tali Ajaib
Ada tiga orang anak yang bernama, Monang, Irfan, dan farit. Mereka bertiga, jika melakukan sesuatu itu selalu bersama-sama. Suatu hari, mereka di perintahkan oleh Pak Mahmud untuk mencari daun kelapa yang mudah untuk dijadikan penghias dinding tenda. Pagi sekitar pukul 8.00, Monang sudah bersiap-siap untuk memanaskan mesin di perahunya sambil menunggu Irfan dan Farit yang sedang sarapan. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya si Irfan dan Farid datang. Mereka pun berangkat ke pulau Akat. Selama perjalanan, Irfan berencana untuk memanjat pohon kelapa yang ada didalam pulau itu. Sesampainya di pulau itu, Monang, Farit, dan Irfan mendapati seorang kakek tua yang sedang menarik jaring. Ketika melihat itu, si Monang pun langsung mendekati kakek tua itu. Merekapun bertanya kepada kakek, apakah boleh kami masuk ke pulau ini untuk memanjat pohon kelapa, dan mereka mendapatkan ijin tersebut, dan langsung permisi masuk. Mereka melakukan perjalanan masuk kedalam hutan yang jarak pohon kelapanya agak jauh dari pantai sehingga membuat mereka harus masuk lebih jauh lagi ke dalam pulau itu. Akhirnya ditemukanlah lima pohon kelapa yang sangat bagus. Mereka memutuskan bahwa Monang yang naik kelapa dan yang kumpul kelapa ialah Irfan. Inti terpenting dari perjalanan ini ialah mengambil daun kelapa yang mudah untuk dijadikan penghias dinding sabua, tempat resepsi pernikahan anak Pak Mahmud. Si Irfan dan Farid mengumpulkan daun kelapa, mereka berdua langsung membawanya ke pantai sambil berjalan pelan-pelan menuggu Monang turun dari pohon kelapa dan ternyata tempat itu seperti labirin. Monang mencoba memanggil kedua temannya dengan nada cemas karena tidak ada yang menanggapi pangilannya. Monang segera turun dari pohon kelapa. Perasaan panik menghantui si monang. Ia berlari mengikuti jejak jalan temannya, tetapi sama sekali tidak menemui mereka. Monang bahkan tidak sadar kalau jalan yang dilalui ialah jalan yang sama. Ini adalah tempat Unik-unik. Unik-unik adalah salah satu penghuni pulau ini yang selalu memutar penglihatan manusia sehingga tempat yang mereka tujui itu akan terlihat sama berulang kali. Akhirnya monang pun mengingat pesan dari orang tuanya bahwa apabila kamu tersesat di tengah hutan bacalah Al-fatihah dan belahlah tali hutan dan masuklah ke dalam tali tersebut. Alhasil, Monang berhasil keluar dari perangkap Unik-unik. Dia berlari menuju temannya dengan napas terengah-engah. Sesampainya di pantai, Monang memberitahukan teman-temannya untuk segera kembali ke kampung karena waktu sudah mulai sore. Monang dan teman-temannya pun keluar dari penghuni pulau itu dan akhirnya mereka kembali dengan selamat. Sampai akhir dari cerita si Monang, mereka pun sampai di kampung. Ketika bertemu dengan Pak Muhamad, mereka menceritakan semua kejadian yang mereka alami. Beliau akhirnya memberikan mereka obat untuk menghilangkan pegal-pegal dan uang hasil kerja keras mereka.
Tidak tersedia versi lain