PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Obor Paskah=Obor Paskah
Penanda Bagikan

Text

Obor Paskah=Obor Paskah

Britannia A. Matakupan - Nama Orang; Dince Sultiawy - Nama Orang; Melkior Serandoma - Nama Orang; Kumbangsila, Evi Olivia - Nama Orang; Defelni Adelce Serandoma - Nama Orang; Dudung Abdulah - Nama Orang; La Ode Hajratul Rahman - Nama Orang; Michel Frans - Nama Orang; Ryan Juanito Engko - Nama Orang;

Paskah dipercaya orang Kristen sebagai perayaan kasih Tuhan atas manusia yang memberikan anaknya untuk mati di kayu salib dan kemudian bangkit diantara orang mati sebagai penebus atas dosa-dosa kita. Sejak awal bulan paskah, mereka berdua tak henti-hentinya membahas soal kegiatan-kegiatan menyambut paskah. Perayaan paskah di kampung mereka sangat meriah dengan pawai obor, doa matawana atau doa semalaman, dan pencarian telur paskah. Suatu hari Om Ari, papanya Kiara, mengajak Nina dan Kiara ke hutan dekat kampung untuk memotong bambu yang akan digunakan sebagai obor. Banyak anak-anak remaja bersama kakak atau bapak mereka yang juga ke hutan untuk mencari bambu. Setelah Nina dan Kaiara memotong bamboo, Pak Ari mengajarkan cara membuat obor. Bambunya dipotong, mengisi dalamnya dengan minyak tanah, Lalu potongan kain dimasukkan ke dalam bambu, dengan bagian bolanya menyembul keluar dan utas yang menjuntai itu dimasukan ke dalam bamboo, dan langkah terakhir membakar kainnya dan seketika api menyala. Sambil melihat hasil pembuatan, Pak Ari menjelaskah bahwa, untaian kain tadi berfungsi sebagai sumbu. Minyak tanah akan meresap naik melalui pori-pori halus kain untuk membuat gumpalan di atas tetap basah dengan minyak tanah. Kiara dan Nina mengangguk-angguk. Hari Paskah pun tiba, Nina segera bersiap-siap. Di sana, Kiara sudah menunggu dengan obornya Nina. Sebelum obor paskah mulai, Nina dan Kiara mengikuti ibadah singkat untuk anak-anak di gedung serbaguna samping gereja. Lalu diakhir ibadah, dilanjutkan dengan pencarian telur paskah. Karena riuhnya acara tersebut, kakak pengasuh memberikannintruksi agar tertib, adik-adik kecil akan keluar duluan dengan obor mereka. 10 menit kemudian disusul oleh anak-anak remaja,. Tiba-tiba Hany seorang peserta, sudah menyalakan obornya di dalam gereja dan api dari obornya menyambar tirai ornamen gereja. Kakak-kakak pengasuh dengan tanggap menarik tirai itu turun ke lantai dan menginjak api pada tirai. Atas kejadian itu, kakak pengasuh memberikan arahan agar lebih hati-hati lagi, dengan mengikuti arahan. Nina dan Kiara kemudian berpegang tangan erat dan mulai menjungkir balikan obor mereka dengan cepat agar minyak tanah cepat membasahi gumpalan kainnya. Di depan gerbang, di luar pagar, mereka mendekatkan obor mereka ke obor kakak pengasuh yang menyala. Setelah obornya menyala, ina dan kiara melnjutkan mencari telur. Nina menemukan 1 telur, dan Kiara menemukan 2 telur. Saat pencarian, salah satu obor mereka bermasalah. Untunglah ada Om Ari membantu kedua anak itu. Mereka berdua langsung diam dan menatap Om Ari dengan penuh harapan. Setelah obornya diperbaki, mereka tidak lupa berterimaksih kepada Om Ari. Setelah itu, kedua anak perempuan itu pun langsung turun bergabung dengan barisan anak-anak yang sudah mulai prosesi pawai paskah yang disebut dengan jalan obor.


Ketersediaan
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3935
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3936
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3937
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3938
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3939
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kantor Bahasa Provinsi Maluku : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi., 2023
Deskripsi Fisik
39 hlm.: 21 x 29,7 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-112-224-7
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan pertama, 2023
Subjek
Cerita rakyat kalimantan timur
Dwibahasa Kulawi Sulawesi Tengah
Penerjemahan
Maluku
Bahasa Daerah Fordata
Maluku Barat Daya
Cerita Anak Maluku
Bacaan SD
Letti
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Obor Paskah
    Obor Paskah=Obor Paskah. Cerita dwibahasa Maluku. Penerjemah. Bacaan SD. Bahasa Letti-Bahasa Indonesia
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 64 Tahun 2008 tanggal 23 Oktober 2008 tentang Pembentukan delapan Kantor Bahasa di delapan provinsi, salah satunya Kantor Bahasa Provinsi Maluku. Kantor Bahasa Maluku telah mengalami satu kali perubahan nomenklatur dari Kantor Bahasa Provinsi Maluku menjadi Kantor Bahasa Maluku. Saat ini, Kantor Bahasa Provinsi Maluku dikepalai oleh Sahril, S.S., M.Pd. menggantikan Dr. Asrif, M.Hum. Sumber Daya Manusia pada Kantor Bahasa Maluku terdiri atas 25 Aparatur Sipil Negara (ASN), dan 6 Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri (PPNPN).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?