Text
Obor Paskah=Obor Paskah
Paskah dipercaya orang Kristen sebagai perayaan kasih Tuhan atas manusia yang memberikan anaknya untuk mati di kayu salib dan kemudian bangkit diantara orang mati sebagai penebus atas dosa-dosa kita. Sejak awal bulan paskah, mereka berdua tak henti-hentinya membahas soal kegiatan-kegiatan menyambut paskah. Perayaan paskah di kampung mereka sangat meriah dengan pawai obor, doa matawana atau doa semalaman, dan pencarian telur paskah. Suatu hari Om Ari, papanya Kiara, mengajak Nina dan Kiara ke hutan dekat kampung untuk memotong bambu yang akan digunakan sebagai obor. Banyak anak-anak remaja bersama kakak atau bapak mereka yang juga ke hutan untuk mencari bambu. Setelah Nina dan Kaiara memotong bamboo, Pak Ari mengajarkan cara membuat obor. Bambunya dipotong, mengisi dalamnya dengan minyak tanah, Lalu potongan kain dimasukkan ke dalam bambu, dengan bagian bolanya menyembul keluar dan utas yang menjuntai itu dimasukan ke dalam bamboo, dan langkah terakhir membakar kainnya dan seketika api menyala. Sambil melihat hasil pembuatan, Pak Ari menjelaskah bahwa, untaian kain tadi berfungsi sebagai sumbu. Minyak tanah akan meresap naik melalui pori-pori halus kain untuk membuat gumpalan di atas tetap basah dengan minyak tanah. Kiara dan Nina mengangguk-angguk. Hari Paskah pun tiba, Nina segera bersiap-siap. Di sana, Kiara sudah menunggu dengan obornya Nina. Sebelum obor paskah mulai, Nina dan Kiara mengikuti ibadah singkat untuk anak-anak di gedung serbaguna samping gereja. Lalu diakhir ibadah, dilanjutkan dengan pencarian telur paskah. Karena riuhnya acara tersebut, kakak pengasuh memberikannintruksi agar tertib, adik-adik kecil akan keluar duluan dengan obor mereka. 10 menit kemudian disusul oleh anak-anak remaja,. Tiba-tiba Hany seorang peserta, sudah menyalakan obornya di dalam gereja dan api dari obornya menyambar tirai ornamen gereja. Kakak-kakak pengasuh dengan tanggap menarik tirai itu turun ke lantai dan menginjak api pada tirai. Atas kejadian itu, kakak pengasuh memberikan arahan agar lebih hati-hati lagi, dengan mengikuti arahan. Nina dan Kiara kemudian berpegang tangan erat dan mulai menjungkir balikan obor mereka dengan cepat agar minyak tanah cepat membasahi gumpalan kainnya. Di depan gerbang, di luar pagar, mereka mendekatkan obor mereka ke obor kakak pengasuh yang menyala. Setelah obornya menyala, ina dan kiara melnjutkan mencari telur. Nina menemukan 1 telur, dan Kiara menemukan 2 telur. Saat pencarian, salah satu obor mereka bermasalah. Untunglah ada Om Ari membantu kedua anak itu. Mereka berdua langsung diam dan menatap Om Ari dengan penuh harapan. Setelah obornya diperbaki, mereka tidak lupa berterimaksih kepada Om Ari. Setelah itu, kedua anak perempuan itu pun langsung turun bergabung dengan barisan anak-anak yang sudah mulai prosesi pawai paskah yang disebut dengan jalan obor.
Tidak tersedia versi lain