PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Mancia Hitana’ tura Lau Wena Ilala U’ar Neden=Para Shangren dan Pantai Kaca Pulau Neden
Penanda Bagikan

Text

Mancia Hitana’ tura Lau Wena Ilala U’ar Neden=Para Shangren dan Pantai Kaca Pulau Neden

Emma Hanubun - Nama Orang; Kumbangsila, Evi Olivia - Nama Orang; Akib Hanubun, S.Pd., M.Pd. - Nama Orang; Dudung Abdulah - Nama Orang; Michel Frans - Nama Orang;

Suatu siang, ada sebuah kapal layar berukuran besar dengan layar terbuka dan badan kapal terukir aksara Mandarin yang berasal dari Negeri Tiongkok perlahan mendekati dermaga di sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Neden. Mereka dijuluki Shangren dari Tiongkok. Kemudian salah satu dari mereka menawarkan barang antik seperti piring antik bergambar ikan koi, kipas milik Kaisar Tiongkok, dan guci keramik ini. Namun, di antara semua barang-barang antik yang dijual, ada satu benda yang menarik perhatian mereka. Benda itu berbentuk bundar menyerupai piring. Benda ini memiliki kekuatan yang bisa membuat hasil panen semakin melimpah tanpa perlu menunggu musim. Masyarakat mulai tergiurkan dan menawarkan sekarung Pala dan Cengkih kepada para Shangren. Mendengar hal tersebut, para Shangren meneyetujui dan langsung kembali ke kapal untuk menyiapkan barangnya. Tiba waktunya para Shangren kembali ke kampung dengan membawa benda ajaib itu dalam jumlah yang sangat banyak. Tiap benda ditutupi kain berwarna hitam. Sebelum diberikannya benda tersebut, ada pantangan yang harus dilakukan. Shangren Berjubah Kuningkemudian menjelaskan bagaimana cara memakai benda ajaib tersebut. Setelah menyampaikan pesan itu, Para Shangren lalu berpamitan setelah diberikan persediaan makanan yang cukup untuk perjalanan selanjutnya. Jantung mereka berdetak dengan cepat menunggu keajaiban yang akan terjadi. Tiba-tiba seorang pemuda kampung datang dengan napas terengah-engah. Wajahnya terlihat panik. Ternyatapara penduduk tertiupu akan benda tersebut, benda-benda itu adalah cermin buatan dan para Shangren itu ialah pengrajin cermin yang sering menipu para penduduk dari pulau lain. Mereka berteriak menyumpahi para Shangren sembari melempar cermin-cermin yang sedari tadi mereka pegang ke arah laut dan menghantam terumbu karang hingga pecah berkeping-keping. Lama-kelamaan kepingan-kepingan itu berubah menjadi pasir putih yang berkilau bila disinari matahari dan dibasahi air laut. Akhirnya, orang-orang menjuluki pesisir Pulau Neden dengan julukan Pantai Kaca sebab pasir dan lautnya yang bening sehingga seolah-olah orang-orang bisa bercermin di atasnya. Bertahun-tahun kemudian, Pantai Kaca Pulau Neden menjadi tempat wisata yang terus didatangi wisatawan dari seluruh penjuru dunia.


Ketersediaan
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3940
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3941
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3942
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3943
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3944
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kantor Bahasa Provinsi Maluku : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi., 2023
Deskripsi Fisik
26 hlm.: 21 x 29,7 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-112-226-1
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan pertama, 2023
Subjek
Penerjemahan
Maluku
Cerita Rakyat Maluku
Seran
Seram
seram Bagian Timur
Bacaan SD
Gorom
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 64 Tahun 2008 tanggal 23 Oktober 2008 tentang Pembentukan delapan Kantor Bahasa di delapan provinsi, salah satunya Kantor Bahasa Provinsi Maluku. Kantor Bahasa Maluku telah mengalami satu kali perubahan nomenklatur dari Kantor Bahasa Provinsi Maluku menjadi Kantor Bahasa Maluku. Saat ini, Kantor Bahasa Provinsi Maluku dikepalai oleh Sahril, S.S., M.Pd. menggantikan Dr. Asrif, M.Hum. Sumber Daya Manusia pada Kantor Bahasa Maluku terdiri atas 25 Aparatur Sipil Negara (ASN), dan 6 Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri (PPNPN).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?