Text
Pattinuri ndafan Mbalafuan=Pattinuri dan Biji Pala
Di satu desa, hiduplah seorang perempuan yang bernama Mboinala. Kulitnya putih, berambut panjang, mata kecoklatan, dan hidung yang mancung. Beberapa waktu kemudian, Mboinala melahirkan seseorang anak laki-laki yang diberi nama Pattinuri. Berbeda dengan anak lainnya, tumbuh menjadi anak yang sangat lemah. Terpaksa Mboinala membawa Anaknya ke hutan, dan meletakkan di bawah pohon pala. Sebelum bergegas balik, ibunya menuliskan namanya pada buah pala yang dia temukan. Sementara itu, seorang petani pulang berkebun dan melihat sebuah keranjang bayi, Segera ia mengambilnya dan mendapati Pattinuri. Akhirnya, Petani itu membawa Pattinuri ke rumahnya yang sederhana. Sehari-hari petani ini merawat Pattinuri dengan kasih sayang. Hingga Pattinuri tumbuh dewasa, ia diajarkan banyak hal, termasuk berkebun. Pattinuri yang dulunya sakit-sakitan kini menjadi anak yang sangat kuat. Si Petani berbicara kepada Pattinuri, bahwa sudah saatnya kamu mencari siapa orang tuamu yang sebenarnya. Pattinuri kemudian memulai perjalanan untuk mencari kedua orang tuanya. Setelah perjalanan panjang dia telah sampai di kota. Sang ibu mengetahui keberadaan anaknya entah dari mana, yang telah dibuang saat bayi. yaitu Pattinuri. Ia memutuskan untuk mencari anaknya dan akhirnya mereka bertemu. Sambil menangis dan memeluk anaknya, Mboinala mengajak Pattinuri ke rumahnya. Pattinuri diperkenalkan kepada saudara-saudaranya. Sayangnya, saudara-saudara Pattinuri tidak menyukai keberadaan Pattinuri. Bukan hanya gagah dan kuat, Pattinuri adalah anak yang cerdas. Karena kesalahan dari saudara-saudaranya, Ibunya merangkul anak-anaknya untuk saling melindungi. Mboinala lalu memeluk anaknya yang malang itu. Pattinuri tersenyum, sambil merangkul ketiga saudaranya dan berkata. Mboinala dan keempat anaknya berpelukan dan hidup bahagia di pulau yang di beri nama Pulau Buah Pala (Mbalafuan).
Tidak tersedia versi lain