PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Hetaya Ali tuna Alex=Persahabatan Ali dan Alex
Penanda Bagikan

Text

Hetaya Ali tuna Alex=Persahabatan Ali dan Alex

Rusna Lohy, S.Pd. - Nama Orang; Kumbangsila, Evi Olivia - Nama Orang; Dudung Abdulah - Nama Orang; La Ode Hajratul Rahman - Nama Orang; Lodewyk Hahury - Nama Orang;

Ali dan Alex, dua orang anak yang sudah bersahabat dari kecil. Keduanya selalu besama dalam suka maupun duka. Biasanya pada hari Senin, sekolah mengadakan upacara bendera. Setelah selesai upacara, semua murid diarahkan masuk ke ruang kelas masing- masing. Pelajaran dimulai dengan pembahasan pela gandong oleh Ibu Guru. Ibu Guru menjelaskan pada masa kehidupan nenek moyang kita sudah ada kerukunan dan itu dibentuk dalam sebuah ikatan yang namanya pela gandong yang sampai saat ini masih terpelihara. Pela gandong adalah interaksi kehidupan masyarakat Maluku yang menghargai keberagaman dalam persaudaraan, Tak terasa, bel berbunyi. Semua bersiap meninggalkan sekolah. Setelah pulang sekolah, mereka mengerjakan tugas belajar, setelah mengerjakan tugas sekolah. Ali selalu ingat salat lima waktu, sedangkan Alex selalu rajin mengikuti kebaktian. Begitu masuk rumah, Ali langsung bergegas mandi dan ikut salat berjamaah bersama Kak Aisah dan Umi. Di rumah sebelah, Alex juga melakukan hal yang sama, dia dan Ibunya makan bersama diiringi musik rohani yang tidak pernah berhenti berputar. Sesuai janji, mereka berdua saling tunggu di depan rumah dan berangkat menuju lapangan bersama. Saat sampai di lapangan sudah ada beberapa kawan Ali dan Alex. Dalam permainan, Alex dan Ali berada dalam kelompok yang berbeda. Saat bermain, bola yang berada di Ali hendak direbut Alex lalu hilang keseimbangan dan jatuh ke depan. Saat Ali hendak meminta maaf, Alex malah menolak tangan Ali. Tanpa aba-aba salah satu teman dari tim Alex tiba- tiba memukul Ali. Alex pun kaget dan marah. Saat kejadian itu, di masjid sudah mulai terdengar lantunan ayat Qur’an. Mereka ditegur oleh kakanya si Aisah, Kaliankan saudara. Tidak boleh saling menyimpan dendam. Sudah saling meminta maafkan. Melihat itu, Kakak Aisah terharu dan tersenyum melihat Alex dan Ali berpelukan di depannya. Waktu berlalu begitu cepat dalam kehidupan Alex dan Ali. Kenyamanan yang tercipta selama ini menjadi gambaran nyata dalam pemikiran Alex. Alex dan Ali sangat bersyukur karena sudah merasakan manfaat pentingnya budaya Pela Gandong sebagai jati diri masyarakat Ambon, Maluku. Kebersamaan yang kita lakukan selama ini tanpa membedakan perbedaan agama dan kepentingan. Namun, dalam pelaksanaan ibadah selalu saling menghargai sangatlah menyenagkan. Saya tidak menyangka ternyata yang dilakukan orang tua kita pada zaman dulu sangat berarti sekali untuk generasi kita saat ini.


Ketersediaan
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3955
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3956
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3957
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3958
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3959
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kantor Bahasa Provinsi Maluku : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi., 2023
Deskripsi Fisik
23 hlm.: 21 x 29,7 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-112-212-4
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan pertama, 2023
Subjek
Dwibahasa Kulawi Sulawesi Tengah
Penerjemahan
Maluku
Bahasa Daerah Fordata
Maluku Tengah
Lisabata
Cerita Anak Maluku
Bacaan SD
Seram Utara Barat
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 64 Tahun 2008 tanggal 23 Oktober 2008 tentang Pembentukan delapan Kantor Bahasa di delapan provinsi, salah satunya Kantor Bahasa Provinsi Maluku. Kantor Bahasa Maluku telah mengalami satu kali perubahan nomenklatur dari Kantor Bahasa Provinsi Maluku menjadi Kantor Bahasa Maluku. Saat ini, Kantor Bahasa Provinsi Maluku dikepalai oleh Sahril, S.S., M.Pd. menggantikan Dr. Asrif, M.Hum. Sumber Daya Manusia pada Kantor Bahasa Maluku terdiri atas 25 Aparatur Sipil Negara (ASN), dan 6 Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri (PPNPN).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?