Text
Raja tu Soora=Raja dan Ombak
Pada zaman dahulu, tinggallah seorang raja dan rakyatnya di hutan belantara Desa Miran. Raja itu bernama Jen. Rakyatnya sangat sejahtera dan damai satu sama yang lain. Mereka menanam tanaman penghasil makanan pokok, seperti pisang, ubi jalar, kelapa, dan sayur-mayur sebagai penopang hidup. Pada saat itu, Desa Miran terjadi bencana besar yang melanda tetanaman mereka. Tanaman mereka mati perlahan-lahan karena terkena wabah penyakit. Musim duka cita hadir di tengah kemarau panjang yang melanda desa Miran. Kabar berita duka rakyat sampailah ke telinga sang Raja. Sang raja sangat bersedih atas apa yang menimpa desanya. Sejenak Ia merenung dan memikirkan apa yang harus ia perbuat untuk desa dan seluruh rakyatnya. Ia memerintahkan pengawalnya untuk memberi pengumuman kepada seluruh rakyat agar berkumpul. Setelah mendengar pengumuman itu, seluruh rakyat pun berkumpul di kediaman sang Raja. Raja pun memulai perjalanan bersama rakyatnya menuju arah timur matahari terbit. Beberapa saat kemudian mereka menemukan pantai yang sedang terjadi air surut yang panjang. Sang Raja dan rakyatnya pun terheran-heran karena baru pertama kali melihat lokasi yang sudah bersih dan tidak ada pepohonan yang mengganggu aktivitas bercocok tanam mereka. Sebelumnya mereka belum pernah ke pantai dan tidak tahu apa itu pantai dengan segala bentuk hewan dan benda di pantai. Sayangnya, mereka tidak tahu bahwa itu adalah pantai yang airnya sedang surut panjang. Proses menanam pun dimulai. Tak lama kemudian sudah waktunya makan. Raja dan masyarakat pergi makan. Setelah selesai makan mereka bergegas kembali untuk melanjutkan pekerjaan. Ketika di tempat tujuan, mereka melihat tanaman yang sudah ditanami itu dalam kondisi rusak. Mereka tidak tahu bahwa lahan yang ditanami bibit itu ada di tengah air laut. Tak lama kemudian, mereka melihat ombak menghantam tepi pantai. Raja dan rakyatnya akhirnya sadar bahwa pelaku kejadian itu adalah sang Ombak. Raja pun mencabut pedangnya yang terbuat dari tulang belulang gajah. Ia melompat ke tepi pantai daan memotong ombak satu persatu. Namun, tak lama kemudian pedang sang Raja menusuk kakinya. Namun, setelah beberapa hari kemudian, sang Raja meninggal dunia. Rakyatnya pun hidup sendirian tanpa sang Raja.
Tidak tersedia versi lain