PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Raja tu Soora=Raja dan Ombak
Penanda Bagikan

Text

Raja tu Soora=Raja dan Ombak

Samlan Rumain - Nama Orang; Kumbangsila, Evi Olivia - Nama Orang; Dudung Abdulah - Nama Orang; La Ode Hajratul Rahman - Nama Orang; Lodewyk Hahury - Nama Orang;

Pada zaman dahulu, tinggallah seorang raja dan rakyatnya di hutan belantara Desa Miran. Raja itu bernama Jen. Rakyatnya sangat sejahtera dan damai satu sama yang lain. Mereka menanam tanaman penghasil makanan pokok, seperti pisang, ubi jalar, kelapa, dan sayur-mayur sebagai penopang hidup. Pada saat itu, Desa Miran terjadi bencana besar yang melanda tetanaman mereka. Tanaman mereka mati perlahan-lahan karena terkena wabah penyakit. Musim duka cita hadir di tengah kemarau panjang yang melanda desa Miran. Kabar berita duka rakyat sampailah ke telinga sang Raja. Sang raja sangat bersedih atas apa yang menimpa desanya. Sejenak Ia merenung dan memikirkan apa yang harus ia perbuat untuk desa dan seluruh rakyatnya. Ia memerintahkan pengawalnya untuk memberi pengumuman kepada seluruh rakyat agar berkumpul. Setelah mendengar pengumuman itu, seluruh rakyat pun berkumpul di kediaman sang Raja. Raja pun memulai perjalanan bersama rakyatnya menuju arah timur matahari terbit. Beberapa saat kemudian mereka menemukan pantai yang sedang terjadi air surut yang panjang. Sang Raja dan rakyatnya pun terheran-heran karena baru pertama kali melihat lokasi yang sudah bersih dan tidak ada pepohonan yang mengganggu aktivitas bercocok tanam mereka. Sebelumnya mereka belum pernah ke pantai dan tidak tahu apa itu pantai dengan segala bentuk hewan dan benda di pantai. Sayangnya, mereka tidak tahu bahwa itu adalah pantai yang airnya sedang surut panjang. Proses menanam pun dimulai. Tak lama kemudian sudah waktunya makan. Raja dan masyarakat pergi makan. Setelah selesai makan mereka bergegas kembali untuk melanjutkan pekerjaan. Ketika di tempat tujuan, mereka melihat tanaman yang sudah ditanami itu dalam kondisi rusak. Mereka tidak tahu bahwa lahan yang ditanami bibit itu ada di tengah air laut. Tak lama kemudian, mereka melihat ombak menghantam tepi pantai. Raja dan rakyatnya akhirnya sadar bahwa pelaku kejadian itu adalah sang Ombak. Raja pun mencabut pedangnya yang terbuat dari tulang belulang gajah. Ia melompat ke tepi pantai daan memotong ombak satu persatu. Namun, tak lama kemudian pedang sang Raja menusuk kakinya. Namun, setelah beberapa hari kemudian, sang Raja meninggal dunia. Rakyatnya pun hidup sendirian tanpa sang Raja.


Ketersediaan
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3975
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3976
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3977
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3978
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3979
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kantor Bahasa Provinsi Maluku : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi., 2023
Deskripsi Fisik
24 hlm.: 21 x 29,7 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-112-214-8
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan pertama, 2023
Subjek
Dwibahasa Kulawi Sulawesi Tengah
Penerjemahan
Maluku
Bahasa Daerah Fordata
Seran
Seram
Cerita Anak Maluku
seram Bagian Timur
Bacaan SD
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Raja tu Soora=Raja dan Ombak
    Raja tu Soora=Raja dan Ombak. Cerita dwibahasa Maluku. Bacaan SD. Penerjemah. Bahasa Seram-Bahasa Indonesia
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 64 Tahun 2008 tanggal 23 Oktober 2008 tentang Pembentukan delapan Kantor Bahasa di delapan provinsi, salah satunya Kantor Bahasa Provinsi Maluku. Kantor Bahasa Maluku telah mengalami satu kali perubahan nomenklatur dari Kantor Bahasa Provinsi Maluku menjadi Kantor Bahasa Maluku. Saat ini, Kantor Bahasa Provinsi Maluku dikepalai oleh Sahril, S.S., M.Pd. menggantikan Dr. Asrif, M.Hum. Sumber Daya Manusia pada Kantor Bahasa Maluku terdiri atas 25 Aparatur Sipil Negara (ASN), dan 6 Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri (PPNPN).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?