PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Luma Tete ru Nene=Rumah Kakek dan Nenek
Penanda Bagikan

Text

Luma Tete ru Nene=Rumah Kakek dan Nenek

Resti Ismail - Nama Orang; Hidayati Mahu - Nama Orang; Tri Anawiah H. Slamat - Nama Orang; Vidian Wabula - Nama Orang; Kumbangsila, Evi Olivia - Nama Orang; Dina Handayani Belasa - Nama Orang; Michel Frans - Nama Orang; La Ode Hajratul Rahman - Nama Orang; Dudung Abdulah - Nama Orang; Ryan Juanito Engko - Nama Orang;

Bunyi tarhim magrib di masjid sudah berbunyi. Ano dan Yona tak kunjung pulang.
Ibunya pun memutuskan untuk mencari mereka. Ano dan Yona ialah dua saudara kandung yang selisih umurnya hanya setahun. Terlihat dari kejauhan Ibu Yati sedang memegang rotan sembari berteriak menyuruh anaknya pulang. Melihat ekspresi marah ibu mereka, langsung bergegas lari pulang ke rumah. Sesampai di rumah, mereka berdua bergegas mandi dan bersiap-siap untuk pergi mengaji. Setelah pulang mengaji, mereka melihat orang tua mereka sedang duduk di depan televisi di ruang keluarga yang sedang menunggu kedua anaknya. Mereka berdua hanya bisa pasrah dengan keputusan ayah mereka. Nanti Selama liburan sekolah, mereka berdua tinggal sama nenek dan kakek di Hitu. Besoknya, si Ayah dan kedua anaknya pergi ke Hitu untuk menemui nenek mereka. Sesampainya di rumah nenek, mereka melihat kakek yang sedang memberi makan sapi. Kakek pun mengajak mereka berdua ke hutan untuk membantu mencarikan rumput untuk makanan sapi. Selama di HItu Ano dan Yona selalu megikuti rutinitas Kakek dan neneknya, Seperti menanam sayur, memeras susu sapi, dan memetic buah pala. Keesokan harinya, Yona dan Kakek dan Neneknya tidak lupa mengajari mereka bagaimanan cara menanam dan memeras susu sapi. Suatu sore, Kakek dan Nenek akan ke kebun untuk memetik pala. Kakek yang sudah menunggu dari tadi langsung ke kamar untuk membangunkan mereka. Tiba di kebun, Kakek mulai menggalah pala. Kemudian, Yona, Ano, dan Nenek mengumpulkan pala yang jatuh ke dalam bakul. Kemudian biji dan bunga dijemur sampai kering setelah itu dijual di pasar. Keesokan harinya, setelah sarapan pagi, Nenek mulai melanjutkan pembuatan manisan pala bersama Ano dan Yona yang turut membantu. Ano dan Yona Sambil mencicipi manisan pala hasil buatan mereka. Yona dan Ano begitu gembira dengan hasil manisan pala buatan mereka, yang mereka kira pala itu pahit. Ternyata melalui proses pembuatan, usaha mereka untuk membuat manisan pala tersebut tidak sia-sia.


Ketersediaan
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3990
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3991
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3992
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3993
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3994
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kantor Bahasa Provinsi Maluku : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi., 2023
Deskripsi Fisik
23 hlm.: 21 x 29,7 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-112-182-0
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan pertama, 2023
Subjek
Dwibahasa Kulawi Sulawesi Tengah
Penerjemahan
Maluku
Bahasa Daerah Fordata
Buru
Cerita Anak Maluku
Bacaan SD
Ambalau
Buru Selatan
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 64 Tahun 2008 tanggal 23 Oktober 2008 tentang Pembentukan delapan Kantor Bahasa di delapan provinsi, salah satunya Kantor Bahasa Provinsi Maluku. Kantor Bahasa Maluku telah mengalami satu kali perubahan nomenklatur dari Kantor Bahasa Provinsi Maluku menjadi Kantor Bahasa Maluku. Saat ini, Kantor Bahasa Provinsi Maluku dikepalai oleh Sahril, S.S., M.Pd. menggantikan Dr. Asrif, M.Hum. Sumber Daya Manusia pada Kantor Bahasa Maluku terdiri atas 25 Aparatur Sipil Negara (ASN), dan 6 Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri (PPNPN).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?