PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Ume Dima Tawunno Se Rumbati=Segenggam Tanah dari Rumbati
Penanda Bagikan

Text

Ume Dima Tawunno Se Rumbati=Segenggam Tanah dari Rumbati

Kasman Sanaky S.Pd.I. - Nama Orang; Kumbangsila, Evi Olivia - Nama Orang; Dudung Abdulah - Nama Orang; La Ode Hajratul Rahman - Nama Orang; Iklesia Feren Pietersz - Nama Orang;

Dahulu di tanah Rumbati Irian, ada seorang raja yang bernama Maspait Patiran. Dia mempunyai anak perempuan bernama Poimasa. Maspait Patiran memerintahkan Anaknya Abuwasa dan Poimasa untuk tinggal di Anggaluli, sebuah tempat yang tidak jauh dari Rumbati. Karena kecantikan anak perempuannya menimbulkan dendam dan permusuhan oleh Kapitan Patipi yang ditolak pinangnnya. Melihat hal tersebut Abuwasa memohon izin untuk pergi dengan kedua adiknya mencari tempat tinggal baru untuk menghindari dan pergi dari daerah tersebut. Sebelum pergi, mereka terlebih dahulu mengambil segenggam tanah di Rumbati ysng akan mereka bawa sebagai kompas. Mereka melewati beberapa tempat, sambil mencocokkan tanah yang mereka bawa dengan tanah yang ada di Geselau. Namun tidak ada kecocokan. Kemudian tiba-tiba bertemu Raja Sial Tanjong Tomarala dan meminta membantu mereka. Sang Raja pun meminta Latu Soumete untuk menemani. Tak lama kemudian, sampailah mereka di Hunimua, dan kembali mencocokan tanah yang mereka bawa, tapi hasilnya tetap sama. Tatkala di pertengahan laut, mereka dikejutkan dengan hadirnya seekor Paus Raja yang muncul dan berulah. Ternyata Paus Raja minta Poimasa dari kalian berdua. Pernah sekali mencoba mengelabui Sang Paus, namun gagal. Melihat hal tersebut karena permintaan sang adik, secera terpaksa merelakan adik perempuannya. Kedua saudaranya lalu mengangkat Poimasa dan menyerahkannya kepada Paus Raja. Seketika itu, Paus Raja memeluk Poimasa dan membawanya ke tanjung Pesirolo. Mereka bertiga mendayung Poli-poli menuju arah Nusa Ama Iha. Namun, karena gelapnya malam, perjalanan justru menuju Pulau Banda. Di sana mereka bertemu dengan Hahosang yang ikut menemani mereka menuju Tanjong Salaiku (Pulau Saparua). Tiba-tiba seseorang datang dan bertanya kepada Abuwasa dan teman-temanya. Dia Lohilo Manuputy, negeriku di atas pegunungan yang bernama El-hau. Saya sambut kalian dengan tangan terbuka. Tinggallah kalian di sini dengan saudara-saudara kalian yang lain. Akhirnya, mereka berhasil menemukan tanah yang mereka cari, Nusa Ama Iha, Negeri SiriSori Islam.


Ketersediaan
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3985
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3986
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3987
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3988
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
3989
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kantor Bahasa Provinsi Maluku : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi., 2023
Deskripsi Fisik
30 hlm.: 21 x 29,7 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-112-231-5
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan pertama, 2023
Subjek
Dwibahasa Kulawi Sulawesi Tengah
Penerjemahan
Maluku
Bahasa Daerah Fordata
Hitu
Cerita Anak Maluku
Bacaan SD
Sirisori Islam
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Ume Dima Tawunno Se Rumbati=Segenggam Tanah dari Rumbati
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 64 Tahun 2008 tanggal 23 Oktober 2008 tentang Pembentukan delapan Kantor Bahasa di delapan provinsi, salah satunya Kantor Bahasa Provinsi Maluku. Kantor Bahasa Maluku telah mengalami satu kali perubahan nomenklatur dari Kantor Bahasa Provinsi Maluku menjadi Kantor Bahasa Maluku. Saat ini, Kantor Bahasa Provinsi Maluku dikepalai oleh Sahril, S.S., M.Pd. menggantikan Dr. Asrif, M.Hum. Sumber Daya Manusia pada Kantor Bahasa Maluku terdiri atas 25 Aparatur Sipil Negara (ASN), dan 6 Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri (PPNPN).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?