PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Senjata Na’a Ihun=Senjata Makan Tuan
Penanda Bagikan

Text

Senjata Na’a Ihun=Senjata Makan Tuan

Rifathul Jannah Kelilauw - Nama Orang; Kumbangsila, Evi Olivia - Nama Orang; Hapsa Rumalean - Nama Orang; Dudung Abdulah - Nama Orang; La Ode Hajratul Rahman - Nama Orang; Merlando C Wattimena, ST. - Nama Orang;

Dahulu kala tinggallah tiga ekor hewan di hutan: Burung Kasuari, Burung Kakatua, dan Kuskus. Sebut saja mereka Ongen, Nyong, dan Obi. Ongen dan Obi sangat rajin dan giat bekerja. Sedangkan Nyong memiliki sifat yang malas dan suka mencuri. Dia juga sangat cerdik dan licik. Pada suatu hari Ongen dan Obi pun pergi berkebun. Mereka menanam pohon pisang, gandaria, dan kenari, Nyong hanya bersantai-santai di pohon. Satu tahun kemudian, Ongen dan Obi pergi memanen pisang. Hasil panen mereka hari ini satu tandan pisang. Satu tandan pisang ada 8 sisir. Mereka berdua berencana untuk membagi dan menyimpannya. Mereka tidak sadar, kalau Nyong sedang memperhatikan mereka. Kemudian mereka kembali dan kaget melihat jumlah pisangnya berkurang. Empat tahun kemudian, pohon gandaria sudah tumbuh dan berbuah. Nyong telah mendengar pembicaraan mereka tanpa sepengetahuan mereka. Dua bulan kemudian, Ongen dan Obi pergi untuk memanen buah gandaria. Ternyata, Nyong lebih dulu datang ke kebun Obi dan Ongen. Mereka terkejut melihat buah gandaria telah berkurang. Karena hal tersebut, Ongen dan Obi sudah menyusun rencana untuk berjaga-jaga di kebun. Lagi-lagi tanpa sepengetahuan mereka, Nyong sedang memperhatikan mereka. Nyong kemudian menyiapkan perangkap di tempat penyimpanan pisang karena ingin mengambil pisang mereka. Keesokan harinya, Ongen dan Obi datang mau mengambil pisang di rumah kebun. Ongen datang terlebih dulu, sedangkan Obi sedang mengambil keranjang untuk mengisi pisang. Karena tidak memperhatikan jalan, Ongen menginjak jebakan dan langsung terkurung. Saking senangnya Nyong lupa kalau masih ada satu perangkap lagi yang belum kena sasaran. Nyong penuh semangat pergi mengambil pisang yang berada di dekat Ongen. Oleh karena tidak memerhatikan dan lupa pada jebakan yang dibuatnya, Nyong pun menginjak jebakan itu. Nyong langsung terkurung jebakannya sendiri. Beberapa saat kemudian, Obi pun akhirnya datang. Setelah melihat apa yang telah terjadi ia pun segera menyelamatkan Ongen. Karena meresa kasihan, Mereka pun membantu Nyong keluar dari jebakan itu. Nyong berterimakasih, dia merasa bersalah dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Pada akhirnya mereka saling memafkan dan pulang bersama-sama.


Ketersediaan
#
My Library Belum memasukkan lokasi
4000
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
4001
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
4002
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
4003
Tersedia
#
My Library Belum memasukkan lokasi
4004
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Kantor Bahasa Provinsi Maluku : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi., 2023
Deskripsi Fisik
32 hlm.: 21 x 29,7 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-112-216-2
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan pertama, 2023
Subjek
Dwibahasa Kulawi Sulawesi Tengah
Penerjemahan
Maluku
Bahasa Daerah Fordata
Seran
Seram
Cerita Anak Maluku
seram Bagian Timur
Bacaan SD
Gorom
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI MALUKU
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 64 Tahun 2008 tanggal 23 Oktober 2008 tentang Pembentukan delapan Kantor Bahasa di delapan provinsi, salah satunya Kantor Bahasa Provinsi Maluku. Kantor Bahasa Maluku telah mengalami satu kali perubahan nomenklatur dari Kantor Bahasa Provinsi Maluku menjadi Kantor Bahasa Maluku. Saat ini, Kantor Bahasa Provinsi Maluku dikepalai oleh Sahril, S.S., M.Pd. menggantikan Dr. Asrif, M.Hum. Sumber Daya Manusia pada Kantor Bahasa Maluku terdiri atas 25 Aparatur Sipil Negara (ASN), dan 6 Pegawai Pemerintah non Pegawai Negeri (PPNPN).

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?