Di edisi kelima ini Majalah Fuli tampil dengan semangat baru. Kami membawa lebih banyak rubrik yang ditulis dalam beragam bahasa. Tujuannya tetap sama dengan edisi-edisi terdahulu yaitu mendokumentasikan bahasa daerah. Bahasa-bahasa yang terdokumentasi dengan baik akan lebih mudah diakses dan dipelajari. Harapannya adalah langkah kecil kami dapat mem- bantu upaya-upaya besar pelestarian dan pen…
Bahasa daerah atau biasa juga disebut bahasa etnik, bahasa lokal, atau bahasa ibu, hidup terutama dalam kebudayaan lokal itu sendiri. Bahasa daerah menjadi bahasa pertama yang dipakai untuk merefleksikan hasil berpikir manusia (budaya). Segala ekspresi masyarakat dikonsepsi dan dihadirkan melalui perantara bahasa daerah. Keutamaan fungsi bahasa daerah pun terungkap dalam sepuluh artikel kebuday…
Pada edisi XI ini, majalah Fuli memuat sembilan artikel dan satu puisi dwibahasa. Ada artikel yang menceritakan potensi hotong untuk ketahanan pangan lokal dalam bahasa Buru, tradisi tarik kayu dalam bahasa di Hatuhaha, tradisi menokok sagu dan timba laor dalam bahasa Alune, budaya mengantar pengantin dalam bahasa di Negeri Lima, tradisi likur Ramadan dalam bahasa di Haruku, tradisi fakaulu dal…