Pada edisi XI ini, majalah Fuli memuat sembilan artikel dan satu puisi dwibahasa. Ada artikel yang menceritakan potensi hotong untuk ketahanan pangan lokal dalam bahasa Buru, tradisi tarik kayu dalam bahasa di Hatuhaha, tradisi menokok sagu dan timba laor dalam bahasa Alune, budaya mengantar pengantin dalam bahasa di Negeri Lima, tradisi likur Ramadan dalam bahasa di Haruku, tradisi fakaulu dal…
Fuli hadir sebagai wadah untuk menyuarakan keragaman suara lokal dan menarasikan budaya lokal dalam bahasa daerah. Edisi XII ini menghadirkan sembilan artikel dan satu puisi yang memikat. Ada artikel yang mengupas tuntas ritual titinufu yang sarat makna tentang perempuan, pernikahan, dan peralihan agama orang Huaulu. Kemudian, ada juga “Katagorang: Antara Mitos dan Pelestarian Lingkungan”. …
Pada zaman dahulu di sebuah desa kecil di belahan timur, ada seorang kakek yang hidup Sebatang kara. Pekerjaannya mencari kayu bakar di hutan dan menjualnya di pasar. Pada suatu hari, dalam perjalanan pergi ke hutan mencari kayu bakar, dari kejauhan Kakek melihat sesuatu yang tergeletak di tanah. Ternyata, itu seekor Burung Camar yang tergeletak di atas tanah dan tertindih ranting pohon. Kakek…
Suatu siang, ada sebuah kapal layar berukuran besar dengan layar terbuka dan badan kapal terukir aksara Mandarin yang berasal dari Negeri Tiongkok perlahan mendekati dermaga di sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Neden. Mereka dijuluki Shangren dari Tiongkok. Kemudian salah satu dari mereka menawarkan barang antik seperti piring antik bergambar ikan koi, kipas milik Kaisar Tiongkok, dan guci …
Ada tiga orang anak yang bernama, Monang, Irfan, dan farit. Mereka bertiga, jika melakukan sesuatu itu selalu bersama-sama. Suatu hari, mereka di perintahkan oleh Pak Mahmud untuk mencari daun kelapa yang mudah untuk dijadikan penghias dinding tenda. Pagi sekitar pukul 8.00, Monang sudah bersiap-siap untuk memanaskan mesin di perahunya sambil menunggu Irfan dan Farit yang sedang sarapan. Setela…
Tinus ialah anak dari suami istri, Mateis dan Yohana. Keluarga ini sangat harmonis dan sederhana. Mereka bergantung pada hasil perkebunan pala milik keluarga di Hulaliu, sebuah desa di Haruku, Maluku. Suatu hari, Mateis ke kebun pala dan memanen pala. Ia berjalan menyusuri hutan dan menghirup udara segar dari hijaunya pepohonan. Hatinya senang karena hasil yang akan dijual ke pasar banyak. Di s…
Suatu pagi, Alif duduk di teras rumahnya. Dia melihat teman-temannya ramai membawa rakit ke sungai. Mereka akan pergi ke Tanjung Masiwang mencari ikan nasi. Alif juga bergegas menuju sungai. Ternyata Afif juga di sungai. Mereka juga ingin pergi ke Tanjung Masiwang, tetapi mereka tidak ada yang punya rakit. Ketika mereka termenung, tiba-tiba Ayah Alif datang menghampiri mereka. Akhirnya, mereka …
Di Negeri Ene tinggallah seorang gadis cantik bernama Heurisa yang biasa dipanggil Risa. Ia tinggal bersama nenek dan kakeknya yang penyayang. Dulu kala di negeri kita terdapat kerang ajaib yang bisa berbicara. Saat negeri ini dilanda kekeringan petuah adat melakukan ritual untuk meminta air kepada Tuhan. Ajaibnya muncul sebuah kerang yang bisa berbicara dan mengatakan bahwa tanah yang dipijakn…
Hari libur telah tiba, Sejak pagi Caca sudah sibuk membantu ibunya. Hari ini, dia akan pergi mencari ikan gete-gete. Jadi, setelah sarapan dia akan membantu Ibu membuat sarewan untuk menangkap ikan gete-gete. Tidak lama kemudian, sarewan pun jadi. Caca bergegas pergi ke laut. Dia terus berusaha menangkap ikan gete-gete dengan sarewannya. Namun, ikannya selalu melarikan diri. Ternyata, ikan gete…
Samer ingin menjadi seperti Satih, banyak yang suka padanya, putih, bersih, dan rasanya enak untuk dibuat papeda. Samer mempunyai pati yang berwarna merah dan orang-orang tidak terlalu suka padanya. Dengan rasa penasaran, Samer pun bertanya kepada Satih bagaimana caranya menjadi seperti Satih. Satih berkata kalau sang pemilik lah yang membantu mengolahnya hingga menjadi sagu yang putih dan enak…