Pada zaman dahulu kala, tepatnya di Desa Airnanang, ujung timur Pulau Seram. Hiduplah seekor Bangau dan seekor Kelomang. Bau pun tertawa terbahak-bahak dengan nada megejek karena jalannya lambat. Oleh karena merasa direndahkan, Uman menantang Bau berlomba menjelajah dari desa Airnanang ke Desa Kilga. Siapa yang samp…
Hari ini ruang latihan sangat ramai. Para penampil Festival Nama mulai berlatih. Ada Rimbo, Tafir, Tutur, dan banyak alat musik pendukung lainnya. Satu perstu teman-teman Rimbo pun mulai dimainkan. Namun, Rimbo tidak kunjung ada yang memainkannya. Rimbo sangat ingin tampil di Festival Nama. Dia mencari akal. Dia har…
Hari ini Fadel sangat gelisah. Dia tidak bisa fokus belajar di sekolah. Sudah beberapa hari, neneknya sakit. Fadel sangat khawatir. Dia ingin menjenguk neneknya di Desa Dulak. Namun, Ibu Lisa dan Kepala Sekolah tidak memberikan izin kepada Fadel karena sebentar lagi akan Ujian Akhir Semester. Fadel tidak menyerah. D…
Samer ingin menjadi seperti Satih, banyak yang suka padanya, putih, bersih, dan rasanya enak untuk dibuat papeda. Samer mempunyai pati yang berwarna merah dan orang-orang tidak terlalu suka padanya. Dengan rasa penasaran, Samer pun bertanya kepada Satih bagaimana caranya menjadi seperti Satih. Satih berkata kalau sa…
Suatu hari di desa Walang Tengah, Udin sedang bersantai di teras rumahnya. Hari itu, penduduk desa Walang sedang sibuk ke kebun. Namun, ada sesuatu yang membuat Udin kagum dan penasaran. Mereka ke kebun memakai tudung yang terbuat dari daun tikar. Udin ingin tahu cara membuat membuat tudung tersebut, tetapi dia tida…
Calo adalah seekor cacing laut. Malam ini, bulan bersinar sangat indah di Tanjung Loko Hati. Calo dan teman-temannya bermain di tepi Tanjung Loko Hati dengan gembira. Tiba-tiba, Calo melihat banyak sinar obor dari kejauhan yang berjalan mendekati mereka. Ternyata, masyarakat akan berburu cacing laut malam ini karena…