Pada edisi ini, Fuli sebagai majalah terbitan Kantor Bahasa Provinsi Maluku, terus menelusuri dan memublikasi segala jejak tradisi lokal yang masih hidup di tengah-tengah masyarakat Maluku. Penelusuran dan pemublikasian ini bertujuan mendokumentasi, melindungi, dan mengabarkan aneka kebudayaan masyarakat Maluku dengan ciri khasnya masing-masing. Melalui majalah ini, pemahaman antarbudaya akan t…
Edisi VII Fuli, majalah dua bahasa (bahasa Indonesia dan bahasa daerah) persembahan Kantor Bahasa Maluku (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Artikel-artikel menarik kembali kami sajikan pada edisi ke-7 ini. Artikel-artikel pada Fuli kali ini antara lain Tulang Putih, Jangan Muka Putih (oleh Faidah Azuz Sialana), Menyuling Sopi (oleh Joshua Alfons), Tradisi Membuka Lahan Baru Marga Uar, Ban…
Bahasa daerah atau biasa juga disebut bahasa etnik, bahasa lokal, atau bahasa ibu, hidup terutama dalam kebudayaan lokal itu sendiri. Bahasa daerah menjadi bahasa pertama yang dipakai untuk merefleksikan hasil berpikir manusia (budaya). Segala ekspresi masyarakat dikonsepsi dan dihadirkan melalui perantara bahasa daerah. Keutamaan fungsi bahasa daerah pun terungkap dalam sepuluh artikel kebuday…
Pada edisi XI ini, majalah Fuli memuat sembilan artikel dan satu puisi dwibahasa. Ada artikel yang menceritakan potensi hotong untuk ketahanan pangan lokal dalam bahasa Buru, tradisi tarik kayu dalam bahasa di Hatuhaha, tradisi menokok sagu dan timba laor dalam bahasa Alune, budaya mengantar pengantin dalam bahasa di Negeri Lima, tradisi likur Ramadan dalam bahasa di Haruku, tradisi fakaulu dal…
Di perkampungan kecil di Seram Bagian Barat ada seorang anak Riski yang usianya sekarang 8 tahun merupakan anak Kepala Desa di daerah tersebut. Riski adalah anak yang sangat nakal, makanya hampir tidak ada anak-anak sebaya yang mau bermain dengannya. Suatu hari karena kebosanannya di rumah terus menerus, dia keluar dan mengajak teman-temannya untuk pergi bermain di sungai. Dalam perjalanan Risk…
Tiga sahabat ini bernama Etok, Pei, dan Ance. Bocah-bocah SD yang kemana-mana selalu bersama. Kala itu, Ance melihat sebuah pohon mangga besar yang berbuah banyak. Batang pohonnya dikelilingi oleh kawat duri. Di bawah pohon ada banyak kandang anjing. Ance ingin mengambil mangga itu, tetapi Etok mencegahnya, karena saat itu mereka dalam perjalanan menuju sekolah. Bel berbunyi tanda jam pulang. S…
Berkenaan dengan penelitian yang sudah dilakukan sejumlah peneliti di Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, hasil penelitian tersebut dibuatkan dalam bentuk antologi (bunga rampai). Karya sastra diharapkan dapat dibaca oleh segenap lapisan masyrakat indonesia.
Pada zaman dahulu kala, di sebuah kampung di pesisir Pulau Dullah, tiga perempuan pergi ke hutan untuk mencari sayur-sayuran dan buah kenari. Ada tiga perempuan kampung yang ke hutan itu adalah Nen Ked, Nen Ted, dan Nen Med. Mereka bertiga menuju hutan untuk mencari buah-buahan. Karena Hujan mereka berteduh di dalam Gua. Sambil berteduh mereka melakukan perjanjian jika ada salah satu dari merek…