Edisi kali ini terbit penuh tantangan karena berbagai kendala yang dihadapi oleh redaksi. Mulai upaya tantangan karena berbagai kendala yang dihadapi redaksi. Edisi kali ini menampilkan beberapa tulisan dari penelitian Balai Arkeologi Ambon.
Ua Lina adalah kakak perempuan dari papanya Asnat. Wate Ampi adalah suaminya. Di Maluku, kakak perempuan dari ayah disebut Ua dan suaminya dipanggil Wate. Ua Lina dan Wate Ampi tinggal di Desa Mesa, Waipia. Pada liburan kenaikan kelas kali ini Asnat dan kakaknya dibolehkan berlibur beberapa hari di rumah Ua dan Wate, sebagai hadiah atas prestasi mereka di sekolah. Asnat naik ke kelas 5 SD denga…
Pada edisi ini, Fuli sebagai majalah terbitan Kantor Bahasa Provinsi Maluku, terus menelusuri dan memublikasi segala jejak tradisi lokal yang masih hidup di tengah-tengah masyarakat Maluku. Penelusuran dan pemublikasian ini bertujuan mendokumentasi, melindungi, dan mengabarkan aneka kebudayaan masyarakat Maluku dengan ciri khasnya masing-masing. Melalui majalah ini, pemahaman antarbudaya akan t…
Pada edisi keempat ini, Majalah Fuli memuat artikel-artikel yang terkait dengan kebudayaan Maluku. Artikel-artikel tersebut dituliskan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Melalui tulisan-tulisan tersebut, diharapkan mampu menambah wawasan pembaca terhadap keberanekaragaman kebudayaan yang ada di Provinsi Maluku. Selain itu, penerjemahan artikel-artikel ke dalam bahasa daerah …
Edisi VII Fuli, majalah dua bahasa (bahasa Indonesia dan bahasa daerah) persembahan Kantor Bahasa Maluku (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan). Artikel-artikel menarik kembali kami sajikan pada edisi ke-7 ini. Artikel-artikel pada Fuli kali ini antara lain Tulang Putih, Jangan Muka Putih (oleh Faidah Azuz Sialana), Menyuling Sopi (oleh Joshua Alfons), Tradisi Membuka Lahan Baru Marga Uar, Ban…
Bahasa daerah atau biasa juga disebut bahasa etnik, bahasa lokal, atau bahasa ibu, hidup terutama dalam kebudayaan lokal itu sendiri. Bahasa daerah menjadi bahasa pertama yang dipakai untuk merefleksikan hasil berpikir manusia (budaya). Segala ekspresi masyarakat dikonsepsi dan dihadirkan melalui perantara bahasa daerah. Keutamaan fungsi bahasa daerah pun terungkap dalam sepuluh artikel kebuday…
Pada edisi XI ini, majalah Fuli memuat sembilan artikel dan satu puisi dwibahasa. Ada artikel yang menceritakan potensi hotong untuk ketahanan pangan lokal dalam bahasa Buru, tradisi tarik kayu dalam bahasa di Hatuhaha, tradisi menokok sagu dan timba laor dalam bahasa Alune, budaya mengantar pengantin dalam bahasa di Negeri Lima, tradisi likur Ramadan dalam bahasa di Haruku, tradisi fakaulu dal…
Fuli hadir sebagai wadah untuk menyuarakan keragaman suara lokal dan menarasikan budaya lokal dalam bahasa daerah. Edisi XII ini menghadirkan sembilan artikel dan satu puisi yang memikat. Ada artikel yang mengupas tuntas ritual titinufu yang sarat makna tentang perempuan, pernikahan, dan peralihan agama orang Huaulu. Kemudian, ada juga “Katagorang: Antara Mitos dan Pelestarian Lingkungan”. …