Pada zaman dahulu, tinggallah seorang raja dan rakyatnya di hutan belantara Desa Miran. Raja itu bernama Jen. Rakyatnya sangat sejahtera dan damai satu sama yang lain. Mereka menanam tanaman penghasil makanan pokok, seperti pisang, ubi jalar, kelapa, dan sayur-mayur sebagai penopang hidup. Pada saat itu, Desa Miran terjadi bencana besar yang melanda tetanaman mereka. Tanaman mereka mati perlah…
Pada suatu hari di sebuah desa kecil, tinggal seorang ibu yang biasa dipanggil Mama Lea bersama kedua anak lelakinya yang bernama Ado dan Fito yang nmerupakan anak yatim. Adapun harapan sang ibu untuk kedua anaknya menjadi dewasa dan mendapatkan pekerjaan. Sekarang saatnya musim panen jagung. Dikarenakan tidak enak badan, sang ibu hendak mencari kedua anaknya untuk menggantikannya memanen hasil…
Dahulu kala tinggallah tiga ekor hewan di hutan: Burung Kasuari, Burung Kakatua, dan Kuskus. Sebut saja mereka Ongen, Nyong, dan Obi. Ongen dan Obi sangat rajin dan giat bekerja. Sedangkan Nyong memiliki sifat yang malas dan suka mencuri. Dia juga sangat cerdik dan licik. Pada suatu hari Ongen dan Obi pun pergi berkebun. Mereka menanam pohon pisang, gandaria, dan kenari, Nyong hanya bersantai-s…
Arobi dan keluarganya telah pindah ke tempat tinggal baru di Desa Kelaba. Arobi mempunyai adik laki-laki yang bernama Saraju. Mereka mempunyai karakter yang berbeda, Saraju adalah seorang anak yang mudah bergaul dan cerewet, Arobi adalah seorang anak yang pemalu dan tidak mudah bergaul. Suatu hari, Saraju mempunyai teman baru bernama Rama. Saraju tampak akrab dengan Rama. Arobi kesal karena dia…
Ini adalah seorang anak bernama Mahanas yang bersekolah di SD Inpres Amboina yang berada di Maluku, Seram Bagian Timur. Kala itu Mahanas terlihat sangat kesulitan dalam hal menghitung. Ibu Meri pun berinisiatif memberikan saran kepada Mahanas untuk membeli sebuah sempoa agar. Sesampainya di rumah Mahanas pun mengganti pakaian dan langsung menemui ibunya. Ibu pun menyetujui hal itu, selesai mak…
Pada edisi XI ini, majalah Fuli memuat sembilan artikel dan satu puisi dwibahasa. Ada artikel yang menceritakan potensi hotong untuk ketahanan pangan lokal dalam bahasa Buru, tradisi tarik kayu dalam bahasa di Hatuhaha, tradisi menokok sagu dan timba laor dalam bahasa Alune, budaya mengantar pengantin dalam bahasa di Negeri Lima, tradisi likur Ramadan dalam bahasa di Haruku, tradisi fakaulu dal…
Fuli hadir sebagai wadah untuk menyuarakan keragaman suara lokal dan menarasikan budaya lokal dalam bahasa daerah. Edisi XII ini menghadirkan sembilan artikel dan satu puisi yang memikat. Ada artikel yang mengupas tuntas ritual titinufu yang sarat makna tentang perempuan, pernikahan, dan peralihan agama orang Huaulu. Kemudian, ada juga “Katagorang: Antara Mitos dan Pelestarian Lingkungan”. …
Suatu siang, ada sebuah kapal layar berukuran besar dengan layar terbuka dan badan kapal terukir aksara Mandarin yang berasal dari Negeri Tiongkok perlahan mendekati dermaga di sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Neden. Mereka dijuluki Shangren dari Tiongkok. Kemudian salah satu dari mereka menawarkan barang antik seperti piring antik bergambar ikan koi, kipas milik Kaisar Tiongkok, dan guci …
Ada tiga orang anak yang bernama, Monang, Irfan, dan farit. Mereka bertiga, jika melakukan sesuatu itu selalu bersama-sama. Suatu hari, mereka di perintahkan oleh Pak Mahmud untuk mencari daun kelapa yang mudah untuk dijadikan penghias dinding tenda. Pagi sekitar pukul 8.00, Monang sudah bersiap-siap untuk memanaskan mesin di perahunya sambil menunggu Irfan dan Farit yang sedang sarapan. Setela…