Musim panen raya telah tiba. Pagi itu, Dalo sangat bahagia. Dia akan membawa hasil panen yang banyak. Namun, Dalo belum dianyam menjadi bakul. Dia terus menunggu untuk dianyam, tetapi tak kunjung ada yang datang. Dia sedih hingga menangis karena tidak bisa membawa hasil panen. Tak lama, Ateng datang untuk mengambil air. Dalo pun meminta bantuannya untuk menganyam dirinya. Ateng setuju dan memba…