Sore itu, Sinta ingin memasak nasi aru. Dia penasaran karena teman-temannya bilang rasanya enak. Namun, Sinta tidak tahu cara memasaknya. Dia meminta Ibu untuk mengajarinya. Ibu juga setuju. Ibu pun mulai menjelaskan dan Sinta fokus mendengarkan. Setelah, Sinta mengerti, dia menyiapkan bahan-bahan untuk memasak nasi aru. Ternyata, ada satu bahan yang kurang, yaitu kelapa. Dia mencari di bawah t…
Libur sekolah telah tiba, Iren sedang berlibur di kampung sepupunya, Mima. Pagi ini, mereka pergi ke Festival Parade Belang. Festival itu sangat meriah, ada perahu-perahu hias dan acara makan patita juga. Namun, ada yang mencuri perhatian Iren ketika di acara makan patita. Dia melihat piring-piring unik. Dia belum pernah melihat piring itu sebelumnya. Piring Aru namanya, piring tradisional aru …
Musim timur segera tiba, Papakal harus bersiap. Dia harus segera pergi. Angin timur sangat kencang. Angin itu bisa membuatnya terdampar di pantai. Papakal pun berfikir untuk berlatih. Dia berlatig mengapung balik dan mengolah nafas. Dia juga melatih sirip-siripnya. Setelah lama berlatih, tiba waktunya Papakal pergi karena musim timur semakin dekat. Dia mulai berenang ke laut bebas. Namun, di te…