Imran ingin seperti Ayahnya, menangkap banyak ikan dengan jaring. Sore itu, Imran menunggu Ayahnya pulang dari menjaring ikan. Dia menunggu di pinggir pantai. Ketika Ayahnya sudah kembali, dia meminta Ayahnya untuk mengajarinya menjaring banyak ikan dengan jaring Ayahnya. Namun, sore itu jaring Ayah robek karena tersangkut di karang. Imran membujuk Ayahnya untuk meminjam jaring sang Kakek, teta…
Nenek Anis sangat suka makan pinang, daun siri dan kapur makan. Untuk kesukaannya itu, Nenek selalu pergi ke hutan untuk mengambil pinang. Anis berfikir untuk menanam pohon pinang disamping rumahnya supaya Nenek tidak perlu ke hutan. Karena dia tidak mempunyai anakan pinang, dia pun meminta kepada temannya, Wem. Anis sangat senang, dia membawa pulang anakan pinang itu dengan semangat. Akhirnya,…
Libur sekolah telah tiba, Iren sedang berlibur di kampung sepupunya, Mima. Pagi ini, mereka pergi ke Festival Parade Belang. Festival itu sangat meriah, ada perahu-perahu hias dan acara makan patita juga. Namun, ada yang mencuri perhatian Iren ketika di acara makan patita. Dia melihat piring-piring unik. Dia belum pernah melihat piring itu sebelumnya. Piring Aru namanya, piring tradisional aru …
Pagi yang cerah di Desa Gah. Adun sedang duduk didepan rumahnya sambil menatap teman-temannya yang sedang bermain perahu. Adun bergegas ke sungai juga untuk mengajak Lepa bermain juga. Lepa adalah perahu milik Adun. Namun, bagian sisi kanan Lepa bolong. Lepa berkata karena Adun tidak merawatnya dengan baik. Adun sedih dan merasa bersalah. Akhirnya, Adun akan pergi ke hutan untuk mengambil getah…
Di Hutan Tarangan, setiap binatang mempunyai klub. Ada klub binatang dan klub burung. Sore itu, klub binatang berkumpul di alang-alang. Mereka ingin merekrut Gangal menjadi anggota klub. Namun, tidak ada yang mau menjadi utusan menemui Gangal. Gangal itu binatang yang sulit berteman dan rumahnya juga sangat tinggi. Akhirnya, Or lah yang menemui Gangal. Or juga tidak keberatan. Sesampainya di ru…
Buku ini sebagai persembahan dalam rangka purnabakti dua orang dosen senior yang sekaligus sesepuh Hiski Komisariat Daerah Ambon; rekan erja dlam lingkungan kerja kerja Universitas Pattimura.
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Madura yang disempurnakan disusun melalui lokakarya tahun 1973, dilanjutkan tahun 1992 dan 2002 kemudian 2003 untuk disebarluaskan kepada masyarakat.