Sore itu, Sinta ingin memasak nasi aru. Dia penasaran karena teman-temannya bilang rasanya enak. Namun, Sinta tidak tahu cara memasaknya. Dia meminta Ibu untuk mengajarinya. Ibu juga setuju. Ibu pun mulai menjelaskan dan Sinta fokus mendengarkan. Setelah, Sinta mengerti, dia menyiapkan bahan-bahan untuk memasak nasi aru. Ternyata, ada satu bahan yang kurang, yaitu kelapa. Dia mencari di bawah t…
Boi ingin berenang ke permukaan laut seperti sahabatnya, Korum. Boi mulai menggerakkan tubuhnya. Namun, Boi tidak bisa mengapung. Boi terus bertanya-tanya bagaimana caranya dia bisa mengapung. Namun, dia belum juga mendapatkan jawabannya. Keesokan harinya, Boi menemukan sebuah ide. Dia akan melompat ke permukaan dengan bantuan karang. Dia mulai merayap ke puncak karang dan melompat. Namun, dia …
Pagi ini, Ayah membawa pulang banyak ikan. Boya segera bergegas ke dapur untuk membantu mengawetkan ikan-ikan itu. Namun, buah karangguli miliknya ternyata habis. Boya mencari ide. Dia teringat oleh temannya Buan. Ibu Buan masih sering mengawetkan ikan menggunakan buah karangguli. Ternyata, Buan juga kehabisan buah karangguli. Akhirnya, Boya memutuskan untuk mengajak Ibu pergi ke pasar. Dia ber…
Di Hutan Aru, Raja Hutan selalu membuat lomba nyanyi setiap tahun. Lomba nyanyi tahun ini segera dimulai. Elkei sangat antusias mendengar berita itu. Dia ingin menjadi juara pertama tahun ini. Biasanya, Fananlah pemenangnya. Elkei mulai mencari cara supaya dia bisa mengalahkan suara merdu Fanan. Dia menemui Korbai. Dia memintanya untuk mengajarinya bernyanyi. Namun, Korbai sangat sibuk. Korbai …
Torbei teringat tambelo yang ia makan tempo hari. Dia ingin makan tambelo lagi. Namun, dia tidak tahu cara membedakan jenis pohon tempat tinggal tambelo. Dia pun mengajak sang kakak untuk mencari tambelo dan mengajarinya cara menemukan tambelo. Torbei dan Kakak bergegas pergi ke hutan. Kakak menjelaskan kepada Torbei, biasanya tambelo hidup di kayu-kayu pohon yang sudah lapuk. Torbei pun langsu…