Bahasa daerah atau biasa juga disebut bahasa etnik, bahasa lokal, atau bahasa ibu, hidup terutama dalam kebudayaan lokal itu sendiri. Bahasa daerah menjadi bahasa pertama yang dipakai untuk merefleksikan hasil berpikir manusia (budaya). Segala ekspresi masyarakat dikonsepsi dan dihadirkan melalui perantara bahasa daerah. Keutamaan fungsi bahasa daerah pun terungkap dalam sepuluh artikel kebuday…
Pada edisi XI ini, majalah Fuli memuat sembilan artikel dan satu puisi dwibahasa. Ada artikel yang menceritakan potensi hotong untuk ketahanan pangan lokal dalam bahasa Buru, tradisi tarik kayu dalam bahasa di Hatuhaha, tradisi menokok sagu dan timba laor dalam bahasa Alune, budaya mengantar pengantin dalam bahasa di Negeri Lima, tradisi likur Ramadan dalam bahasa di Haruku, tradisi fakaulu dal…
Fuli hadir sebagai wadah untuk menyuarakan keragaman suara lokal dan menarasikan budaya lokal dalam bahasa daerah. Edisi XII ini menghadirkan sembilan artikel dan satu puisi yang memikat. Ada artikel yang mengupas tuntas ritual titinufu yang sarat makna tentang perempuan, pernikahan, dan peralihan agama orang Huaulu. Kemudian, ada juga “Katagorang: Antara Mitos dan Pelestarian Lingkungan”. …