Cahaya bulan yang begitu indah menyinari Desa Olilit. Biasanya, masyarakat akan berkumpul di natar dan menari tnabar. Malam itu, suara tifa Amo dan gelang soriti Ano melengkapi tarian itu. Namun, Amo memukul tifanya terlalu keras hingga suara gelang soriti Ano tidak terdengar. Suara soriti dan tifanya tidak harmonis lagi. Waing pun memberitahu Amo tentang suara tifanya. Amo pun segera memperbai…
Mega khawatir dengan Acang dan Japu. Mereka selalu bertengkar. Mega befikir untuk mendamaikan mereka berdua. Dia pun meminta bantuan kepada Jai karena Jai bisa bersikap adil. Mega bergegas mencari Jai dan membawanya pulang ke rumah. Jai, Japu, dan Acang bertemu di Larak. Jai merangkul dan menasehati mereka. Akhirnya, Acang dan Japu sadar dan tidak bertengkar lagi.
Iti, Pia, dan Ela adalah tiga sekawan. Setiap hari, mereka bermain bersama. Suatu hari Iti ingin belajar Tari Tanimbar, tetapi dia membutuhkan teman untuk mendukung gerakan tariannya. Iti teringat kedua temannya, Pia dan Ela. Dia pun meminta mereka untuk bergabung dalam grup tarinya dan berlatih bersama. Satu, dua, dan tiga, mereka berlatih setiap hari. Gerakan mereka juga semakin kompak. Merek…
Musim kemarau sudah tiba. Air sungai juga mulai kering. Hari itu, Ogon sangat haus. Tubuhnya sudah mulai mengkerut karena haus dan panas. Dia mencoba meminta air dari Icit. Namun, icit juga tidak mempunyai air. Dia semakin lemas. Ogon meminta bantuan kepada Lyo yang sedang terbang di atasnya. Dia meinta bantuan kepada Lyo untuk mengambilkan air di hulu sungai. Di sana masih ada persediaan air y…
Sebentar lagi, Gato akan wisuda Taman Kanak-Kanak. Gato ingin terlihat cantik dengan kain tenun. Dia sibuk memilih tenun yang akan dia gunakan. Dia pun meminta saran ibunya. Ibu bercerita tentang jenis-jenis motif tenun tanimbar. Ada motif anak panah, sife, dan sair. Kemudian, Ibu mengeluarkan kain tenun yang sangat menarik perhatian Gato. Tenun itu bermotifkan bunga anggrek yang sangat cantik.…
Dahulu kala di Pulau Tanimbar, orang tidak mengenakan baju dan celana. Mereka mengambil kulit kayu untuk dijadikan cawat untuk menutupi aurat. Rumah-rumah pun belum ada. Mereka hanya membuat pondok kecil untuk tidur. Jarak satu pondok dengan pondok yang lain pun tidak dekat seperti sekarang. Salah seorang di antara para pria itu bernama Akenama. Dia tinggal bersama seorang saudara perempuan. I…
Patung Sindenama=Hatw Sindenama= تمثال سينديناما adalah cerita rakyat dari Selaru Maluku yang dikeluarkan Kantor Bahasa Provinsi Maluku sebagai produk KKLP Penerjemah