Libur sekolah telah tiba, Iren sedang berlibur di kampung sepupunya, Mima. Pagi ini, mereka pergi ke Festival Parade Belang. Festival itu sangat meriah, ada perahu-perahu hias dan acara makan patita juga. Namun, ada yang mencuri perhatian Iren ketika di acara makan patita. Dia melihat piring-piring unik. Dia belum pernah melihat piring itu sebelumnya. Piring Aru namanya, piring tradisional aru …
Di Hutan Tarangan, setiap binatang mempunyai klub. Ada klub binatang dan klub burung. Sore itu, klub binatang berkumpul di alang-alang. Mereka ingin merekrut Gangal menjadi anggota klub. Namun, tidak ada yang mau menjadi utusan menemui Gangal. Gangal itu binatang yang sulit berteman dan rumahnya juga sangat tinggi. Akhirnya, Or lah yang menemui Gangal. Or juga tidak keberatan. Sesampainya di ru…
Musim timur segera tiba, Papakal harus bersiap. Dia harus segera pergi. Angin timur sangat kencang. Angin itu bisa membuatnya terdampar di pantai. Papakal pun berfikir untuk berlatih. Dia berlatig mengapung balik dan mengolah nafas. Dia juga melatih sirip-siripnya. Setelah lama berlatih, tiba waktunya Papakal pergi karena musim timur semakin dekat. Dia mulai berenang ke laut bebas. Namun, di te…
Matahari dengan semangat menyinari kampung Morella pada pagi hari. Seorang anak bernama Alfonso, saat melihat cuaca yang ramah, memutuskan untuk berkunjung ke bengkel kakek pada hari liburnya itu. Ketika ingin melanjutkan perjalanannya ke bengkel kakek, Alfonso ingat bahwa ia ingin menanyakan sesuatu kepada ayahnya. Ayah Alfonso adalah seorang petani tambak. Ia bekerja di tambak ikan di laut ka…
Dahulu kala di Pulau Tanimbar, orang tidak mengenakan baju dan celana. Mereka mengambil kulit kayu untuk dijadikan cawat untuk menutupi aurat. Rumah-rumah pun belum ada. Mereka hanya membuat pondok kecil untuk tidur. Jarak satu pondok dengan pondok yang lain pun tidak dekat seperti sekarang. Salah seorang di antara para pria itu bernama Akenama. Dia tinggal bersama seorang saudara perempuan. I…