Pada suatu hari di sebuah desa kecil, tinggal seorang ibu yang biasa dipanggil Mama Lea bersama kedua anak lelakinya yang bernama Ado dan Fito yang nmerupakan anak yatim. Adapun harapan sang ibu untuk kedua anaknya menjadi dewasa dan mendapatkan pekerjaan. Sekarang saatnya musim panen jagung. Dikarenakan tidak enak badan, sang ibu hendak mencari kedua anaknya untuk menggantikannya memanen hasil…
Pada zaman dahulu, tinggallah seorang raja dan rakyatnya di hutan belantara Desa Miran. Raja itu bernama Jen. Rakyatnya sangat sejahtera dan damai satu sama yang lain. Mereka menanam tanaman penghasil makanan pokok, seperti pisang, ubi jalar, kelapa, dan sayur-mayur sebagai penopang hidup. Pada saat itu, Desa Miran terjadi bencana besar yang melanda tetanaman mereka. Tanaman mereka mati perlah…
Alfons, Berti, dan Neles adalah tiga sahabat baik, Mereka satu sekolah dan satu kelas. Keseharian mereka bertiga selain bersekolah,bermain setelah pulang sekolah. Bel pulang sekolahpun berbunyi, Inu Nanik namanya. Seorang guru sekolah yang mengajar di kelas ketiga sahabat itu. Semua siswa diberikan tugas untuk menulis puisi. Dari ketiganya, ada salah satu dari mereka yaitu Neles tidak melanjut…
Kamus Percakapan Bahasa Alune ini disusun untuk memberikan kemudahan bagi seseorang yang ingin mempelajari bahasa Alune. Di samping itu, penyusunan kamus ini juga ditujukan sebagai sebagai salah satu upaya untuk melestarikan bahasa Alune yang dikhawatirkan suatu saat terancam punah akibat ditinggalkan oleh penuturnya. Kamus ini memuat beberapa percakapan tentang kehidupan sehari-hari, seperti p…
Buku berjudul Pemali Tanjung Hatuhuran: Simbolisasi Eksistensi diri Kekinian Orang Hatusua ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti yang ada di Kantor Bahasa Maluku. Buku ini menyampaikan tentang penelitian di sebuah lokasi di Negeri Hatusua yang dikenal dengan nama di Tanjung Hatuhuran dan dijadikan pemali oleh masyarakat di Pulau Seram khususnya dan masyarakat Maluku umumny…